33.8 C
Semarang
Rabu, 29 April 2026

Wibowo Prasetyo: Membangun Pendidikan dari Desa Berbasis Mandiri Memiliki Daya Saing




JATENGPOS.CO.ID,  PURWOREJO – Suasana santai tapi penuh gagasan terasa dalam kegiatan reses Anggota DPR RI, Wibowo Prasetyo, saat berdialog dengan para kepala desa dari Kecamatan Loano, Bener, dan Gebang di Purworejo, Senin (27/4/2026). Obrolan yang mengalir tanpa sekat justru membuka banyak persoalan riil di desa, terutama soal pembangunan berbasis pendidikan.

Dalam forum dialogis itu, para kepala desa tak sekadar menyampaikan keluhan, tapi juga menunjukkan semangat membangun wilayahnya dari akar rumput. Salah satunya disampaikan Kepala Desa Kali Urip, Pardiantoko. Ia bercerita tentang tumbuhnya madrasah diniyah di desanya yang dirintis secara swadaya oleh masyarakat.

“Awalnya kecil, diajarkan langsung oleh kiai-kiai di rumah. Tapi karena istiqomah, sekarang berkembang,” ujar legislator dari Dapil Jawa Tengah ini.

Namun, perkembangan itu belum diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Kegiatan belajar masih menumpang di rumah para pengajar, tanpa ruang kelas khusus. Pardiantoko pun berharap ada dukungan nyata agar para santri bisa belajar dengan lebih layak.


Baca juga:  Ganjar Dorong Prestasi Atlet Disabilitas Makin Membanggakan Indonesia

Aspirasi serupa datang dari Kepala Desa Banyuasin Kembaran, Abdul Aziz. Ia mengungkapkan kondisi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayahnya yang sudah lama terkendala pembangunan ruang kelas.

“Saat ini baru punya lima ruang kelas. Jadi terpaksa dipakai bergantian. Kalau ada bantuan dari Kementerian Agama, kami berharap bisa diinformasikan agar bisa ikut mengajukan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wibowo menegaskan bahwa pembangunan desa tidak bisa dilepaskan dari penguatan pendidikan, terutama pendidikan berbasis nilai seperti madrasah. Menurutnya, madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.

“Madrasah ini membangun akhlak, mental, sekaligus ilmu. Ini penting agar generasi kita ke depan menjadi generasi yang bermartabat,” tegas anggota Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, pemerintah telah banyak menggelontorkan bantuan untuk pondok pesantren dan madrasah. Harapannya, pada tahun 2026 dukungan tersebut tetap berlanjut, khususnya untuk pembangunan fisik seperti ruang kelas yang layak.

Baca juga:  Kelurahan Kumpulrejo Gelar Donor Darah, Eks Wali Kota Berdonor

Tak hanya itu, dukungan pemerintah juga hadir melalui program bantuan langsung kepada siswa, yakni Program Indonesia Pintar (PIP), yang dinilai sangat membantu biaya pendidikan ribuan anak yang sekolah di madrasah di Kabupaten Purworejo.

Dalam suasana santai itu, justru muncul satu benang merah kuat bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung dengan kebijakan yang tepat sasaran. Pendidikan menjadi pintu masuk utama, bukan hanya untuk mencetak generasi cerdas, tetapi juga untuk membangun peradaban desa yang mandiri dan berdaya saing.

Reses yang biasanya formal, kali ini berubah menjadi ruang dialog produktif. Dari teras-teras desa, arah pembangunan masa depan perlahan dirumuskan, dimulai dari kebutuhan paling dasar, yakni ruang belajar yang layak bagi anak-anak desa.




TERKINI




Rekomendasi

...