33.8 C
Semarang
Kamis, 30 April 2026

Melalui Sertifikasi Halal, UMKM Didorong Naik Kelas




JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Sertifikasi halal dinilai menjadi salah satu pintu penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk. Melalui sertifikat halal, produk UMKM tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga memperoleh kepercayaan lebih besar dari konsumen.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi sertifikasi halal bersama pelaku UMKM di Kabupaten Temanggung, Rabu (29/4/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo; Kepala Biro Hukum, SDM, dan Humas Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH, Benny Cahyadie; serta Asisten I Pemkab Temanggung, Agus Sujarwo.

Wibowo Prasetyo menyampaikan, sertifikat halal jangan lagi dipandang sebagai proses yang rumit atau memberatkan pelaku usaha. Sebaliknya, sertifikasi halal harus dipahami sebagai modal penting agar produk UMKM lebih dipercaya dan memiliki nilai tambah di pasar.

“Dengan label halal, konsumen merasa aman dan yakin. Kepercayaan inilah yang membuat produk UMKM lebih mudah bersaing, baik di pasar lokal, ritel modern, maupun pasar yang lebih luas,” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah VI tersebut.


Ia juga mengingatkan adanya tenggat penting bagi pelaku usaha. Mulai 18 Oktober 2026, produk yang beredar wajib memiliki sertifikat halal. Karena itu, pelaku UMKM diminta tidak menunggu sampai mendekati batas waktu.

Menurut Wibowo, pemerintah saat ini telah menyiapkan berbagai fasilitasi, termasuk program sertifikasi halal gratis atau SEHATI. Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan keberadaan pendamping halal yang siap membantu proses pengajuan sertifikasi.

“Jangan tunggu nanti. Sekarang sudah ada fasilitasi, bahkan ada pendamping halal yang siap membantu pelaku usaha dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan agar UMKM kita tidak tertinggal,” katanya.

Sementara itu, Benny Cahyadie menegaskan bahwa pasar produk halal di Indonesia sangat besar. Dengan mayoritas penduduk Muslim, kebutuhan terhadap produk bersertifikat halal terus meningkat. Bahkan, menurutnya, produk halal kini tidak hanya dicari oleh konsumen Muslim, tetapi juga diminati masyarakat luas karena dianggap lebih aman, bersih, dan terpercaya.

“Kalau produk sudah bersertifikat halal, kepercayaan konsumen akan meningkat. Dampaknya bisa langsung terasa pada penjualan. Hasil survei kami menunjukkan, konsumen cenderung lebih memilih produk yang sudah memiliki jaminan halal dibandingkan produk yang belum bersertifikat,” jelas Benny.

Ia menambahkan, negara hadir bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha. Karena itu, percepatan sertifikasi halal melibatkan banyak pihak, mulai dari BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH, pendamping Proses Produk Halal atau P3H, hingga Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

Ke depan, lanjut Benny, layanan sertifikasi halal juga akan semakin didekatkan kepada masyarakat. Pemerintah menargetkan layanan tersebut dapat diakses melalui PTSP maupun Mal Pelayanan Publik di daerah.

“Tinggal satu yang menentukan, seberapa cepat pelaku UMKM mau bergerak. Kalau peluang ini dimanfaatkan, sertifikasi halal bisa menjadi jalan bagi UMKM untuk naik kelas,” pungkas Benny.

Asisten I Pemkab Temanggung, Agus Sujarwo, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi daerah yang harus terus didukung, termasuk melalui kemudahan akses sertifikasi halal.

“Pemkab Temanggung tentu mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Produk-produk lokal Temanggung memiliki potensi besar, mulai dari makanan olahan, minuman, hingga produk berbasis hasil pertanian. Dengan sertifikat halal, produk tersebut akan semakin dipercaya dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Agus.

Ia berharap para pelaku UMKM di Temanggung tidak ragu mengikuti proses sertifikasi halal. Menurut Agus, pemerintah daerah siap bersinergi dengan BPJPH, DPR RI, pendamping halal, serta berbagai pihak agar pelaku usaha kecil mendapatkan informasi dan pendampingan yang memadai.

“Yang terpenting, pelaku UMKM tidak merasa berjalan sendiri. Pemerintah daerah siap mendukung agar proses sertifikasi halal ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan mendorong ekonomi Temanggung semakin tumbuh,” katanya.




TERKINI




Rekomendasi

...