JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mencatat sejarah baru dengan meluluskan doktor pertamanya.
Stefanus Ariyanto resmi menyandang gelar doktor setelah mengikuti yudisium yang digelar pada Jumat (17/7) sore, sekaligus menjadi lulusan perdana Program Studi DIA FEB UKSW.
Stefanus berhasil menuntaskan pendidikan doktoralnya dalam waktu sekitar dua tahun sembilan bulan, lebih cepat dari masa studi yang dirancang selama tiga tahun. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan doktoral dapat diselesaikan secara efektif tanpa mengesampingkan kualitas akademik.
Yudisium dipimpin Dekan FEB UKSW, Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., bersama Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi, Prof. Dr. Theresia Woro Damayanti, S.E., M.Si., Akt.
Dalam penyusunan disertasinya, Stefanus dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA., CFra., serta Ko-Promotor Dr. Ronny Prabowo, S.E., M.Com., Akt., Ph.D., CMA. Tim penguji terdiri atas Prof. Supramono, S.E., MBA., DBA., Dr. Supatmi, S.E., M.Ak., CA., Dr. Elisabeth Penti Kurniawati, S.E., M.Ak., serta penguji eksternal Dr. Atika Jauharia Hatta Hambali, M.Si., Ak., CA., dari Program Doktor Ilmu Akuntansi STIE YKPN.
Disertasi yang diangkat Stefanus berjudul “Kecemasan Digital dan Niat Auditor untuk Berpartisipasi dalam Pelatihan Digital”. Penelitian tersebut mengkaji bagaimana kecemasan terhadap perkembangan teknologi digital memengaruhi hubungan antara niat auditor dan perilaku nyata mereka dalam mengikuti pelatihan digital.
Ketua Program Studi DIA FEB UKSW, Prof. Theresia Woro Damayanti, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kelulusan doktor pertama tersebut. Menurutnya, keberhasilan Stefanus menjadi tonggak penting bagi perkembangan Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi yang baru berdiri.
“Ini merupakan lulusan pertama kami. Kami sangat bersyukur dan bangga karena sesuai komitmen kepada masyarakat, program doktor ini dirancang dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Pak Stefanus membuktikan bahwa target tersebut dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas akademik,” ujarnya.
Prof. Woro menambahkan, sepanjang tahun 2026 Program Studi DIA FEB UKSW menargetkan meluluskan empat doktor yang seluruhnya berasal dari angkatan pertama. Saat ini program tersebut telah memiliki sekitar 30 mahasiswa yang sedang menempuh studi.
Prof. Woro berharap Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang doktoral, sekaligus berkontribusi dalam mencetak akademisi dan praktisi akuntansi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.
Melalui hasil penelitiannya, Stefanus menekankan pentingnya kesiapan auditor menghadapi transformasi digital. Auditor tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan digital.
Dengan membangun persepsi positif terhadap teknologi, transformasi digital dapat dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas audit, efektivitas, serta efisiensi kerja di era digital.( deb)





