Jateng Catat 615 Kebakaran hingga Agustus 2026, Kapasitas Relawan Diperkuat


JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kapasitas personel relawan kebencanaan di wilayahnya, supaya mampu merespon cepat saat ada kejadian bencana.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, peningkatan kompetensi relawan penting agar mereka mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.

“Kami mengapresiasi dan sangat support kegiatan peningkatan kapasitas teman-teman relawan. Ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah daerah agar kalau ada kebencanaan, penanganannya bisa lebih cepat,” ujar Sumarno saat mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dalam kegiatan Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat, 4 September 2026.

Baca juga:  Dinsos Kabupaten Semarang Kirim Bantuan Penanganan Banjir Grobogan

Menurut Sumarno, kecepatan penanganan bencana memerlukan kompetensi yang teruji dari para relawan di lapangan. Kecepatan tindakan dinilai berbanding lurus dengan meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.

Menghadapi potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. Sumarno mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran di luar rumah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan pelatihan kali ini diikuti oleh sekitar 150 peserta terpilih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Materi pelatihan melibatkan instruktur dari Basarnas dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas pencarian dan pertolongan, seperti Urban Search and Rescue (Urban SAR).

Baca juga:  PPKM Darurat, Pemkot Magelang Beri Bantuan Pangan bagi Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Menanggapi pemetaan risiko kebakaran, Bergas menyebutkan, sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan pertanian atau perkebunan yang dipicu kelalaian manusia (human error).

“BPBD tetap harus siap. Begitu terdeteksi titik panas (hotspot) yang berefek pada potensi kebakaran, kita langsung bergerak memadamkan bekerja sama dengan Damkar setempat,” ucap Bergas.

Berdasarkan data BPBD Jateng untuk periode 1 Januari- 30 Agustus 2026, terdapat 615 kejadian kebakaran di Jateng, terdiri dari 282 kejadian kebakaran hutan dan lahan, serta 333 kejadian kebakaran gedung dan pemukiman. (ucl)


TERKINI

Rekomendasi

...