JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Lebih dari sekadar ajang kompetisi, final Cari Aman Academy 2026 yang berlangsung di Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah pada 6–8 Oktober 2026 menjadi panggung pembentukan karakter keselamatan berkendara bagi generasi muda.
Melalui pengujian teori dan praktik yang terukur, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Astra Motor Jawa Tengah membekali puluhan guru dan siswa dari berbagai sekolah binaan di Indonesia untuk menjadi agen perubahan yang siap menularkan budaya safety riding di daerah masing-masing.
Kompetisi yang diawali dengan penyisihan tingkat regional pada Agustus hingga September 2026 itu menghimpun perwakilan terbaik dari seluruh main dealer Honda di Tanah Air. Sebanyak 28 guru pendamping dan 56 siswa mengikuti babak puncak di Semarang untuk menyelaraskan standar edukasi keselamatan berkendara.
Manager Safety Riding Department PT AHM Daniel Aria Sulistya Nugroho menjelaskan, pengujian dirancang untuk mengukur kemampuan mengajar sekaligus keterampilan berkendara peserta. Menurutnya, rangkaian penilaian dibagi dalam sesi teori dan praktik dengan materi dasar keselamatan berkendara.
“Pada hari pertama itu teori, murni in-class. Ada multiple choice, kemudian teori cara mengajar, baik siswa maupun gurunya. Hari kedua baru mulai praktik di course, ada braking, slalom, kemudian balancing. Tapi semuanya yang basic, karena memang levelnya masih awareness yang basic dulu yang kita uji,” ujar Daniel.
Daniel menambahkan, peserta yang mengikuti ajang tersebut tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga diposisikan sebagai agen keselamatan berkendara di lingkungan masing-masing. Peran itu diharapkan terus dijalankan setelah mereka kembali ke sekolah maupun daerah asal.
“Sebenarnya sebelum juara mereka sudah jadi agen, baik siswanya maupun gurunya jadi task force. Ketika kembali lagi, mereka akan tetap menjadi agen di sekolahnya masing-masing, atau mungkin scope-nya lebih lebar lagi ke lingkungan sekitar,” jelasnya.
Menurut Daniel, pemilihan Semarang sebagai lokasi final juga berkaitan dengan keberadaan fasilitas safety riding baru milik Astra Motor Jawa Tengah. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penguatan edukasi keselamatan berkendara Honda di berbagai wilayah Indonesia.
“Kenapa di Semarang? Karena kebetulan memang Semarang ini Safety Riding Center-nya baru di bulan Juli. Jadi biar kita tahu juga bahwa sekarang kita sudah punya 10 Safety Riding Center di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Di samping komitmen terhadap keselamatan berkendara, jajaran manajemen Astra Motor Jawa Tengah turut memaparkan perkembangan pasar otomotif roda dua di wilayah tersebut. Region Head Astra Motor Jawa Tengah Budi Yanto mengungkapkan, dominasi produk Honda di Jawa Tengah masih sangat kuat.
“Kita ada sekarang 9 dari 10 kalau di Jawa Tengah. Mayoritas tetap BeAT,” ungkap Budi.
Marketing Manager Astra Motor Jawa Tengah Kresna Murti Dewanto menambahkan, segmen sepeda motor matik masih menjadi penyumbang terbesar penjualan Honda di Jawa Tengah. Porsinya mencapai sekitar 97 persen dari total penjualan.
“Produk kita ada BeAT, ada PCX, kemudian setelah PCX kita ada Vario 125, setelah itu kita ada Scoopy dan kita ada Stylo. Stylo masuk dari lima besar penjualan di kita,” papar Kresna.
Budi mengatakan, tingginya minat konsumen terhadap sepeda motor bermesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) masih dipengaruhi pertimbangan penggunaan sehari-hari. Menurutnya, konsumen menilai motor konvensional lebih praktis untuk menunjang kebutuhan mobilitas mereka.
“Kalau untuk pilihannya sepertinya saat ini mereka masih memilih yang ICE atau combustion. Karena mungkin lebih ke arah pertimbangan pemakaian sehari-hari, rasanya lebih mudah jika menggunakan ICE,” jelas Budi.
Terkait persaingan harga dengan produsen lain, Budi menegaskan Honda tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga memperkuat layanan purna jual. Menurutnya, aspek kenyamanan dan dukungan selama konsumen menggunakan kendaraan menjadi bagian penting dari nilai yang ditawarkan.
“Kalau Honda kan standarnya bukan cuma ini, tapi kita sudah mikir sampai purna jual, sampai ke depannya seperti apa. Yang dibayar konsumen itu tidak cuma motor, tapi kenyamanan pemakaian selama mereka memakai motor kita,” pungkas Budi.(aln)





