Berawal dari Iklim Budaya Jawa Tengah, Mahasiswa Undip dan Rekan Inisiasi Megantara Art & Co untuk Seni Cirebon


JATENGPOS.Co.ID-Terinspirasi dari hidupnya iklim kesenian dan kebudayaan di Jawa Tengah, tiga mahasiswa asal Cirebon tergerak untuk menghidupkan kembali seni tradisi di tanah kelahiran mereka. Moch. Latif, mahasiswa prodi Antropologi Sosial Universitas Diponegoro (UNDIP), bersama dua rekannya yang berasal dari Manajemen Unnes dan Ilmu Politik UGM, mengambil langkah nyata dengan mendirikan Megantara Art & Co pada bulan Juli Tahun 2026. Komunitas ini hadir sebagai wadah untuk memperkenalkan tradisi Cirebon kepada generasi muda melalui kegiatan edukasi yang interaktif dan relevan.

Megantara Art & Co merupakan komunitas yang berfokus pada pengenalan dan penguatan seni tradisi Cirebon.  nama tersebut terdiri dari kata Megamendung Nusantara Art & Co. Megamendung melambangkan awan yang terus bergerak sebagai simbol perjalanan dan pengetahuan tanpa henti. Kata Nusantara menegaskan semangat keterbukaan dan dialog antar budaya. Sementara, Art & Co artinya memadukan seni sebagai media edukasi dan kolaborasi dengan gerakan kolektif.

Awalnya, ketiga mahasiswa tersebut melihat adanya perbedaan antara warga Jawa dengan Cirebon dalam mengenali kebudayaan mereka sendiri saat mereka merantau kuliah. Menurut mereka, di Jawa memiliki iklim kesenian dan kebudayaan yang lebih hidup, salah satu buktinya seperti ramainya pengunjung di acara wayang. Selain itu, warga Cirebon lebih mengenal kebudayaan Jawa melalui media sosial dibandingkan seni budaya mereka sendiri, sehingga mereka melihat adanya kesenjangan budaya Cirebon dengan budaya lain. Karena itu, para mahasiswa tersebut mendirikan komunitas ini untuk menghidupkan kembali budaya Cirebon melalui edukasi dan kolaborasi. Menurut Latif, selaku Founder Megantara Art & Co, mengatakan bahwa Cirebon memiliki potensi yang kuat untuk lebih dikenal, seperti beragamnya kesenian, adanya puluhan sanggar aktif, ratusan murid, dan variasi gaya pedalangan. Didirikannya Megantara Art & Co didasari atas kecintaan dan kegemaran terhadap seni budaya yang muncul dari latar belakangnya yang sebagian pelaku seni aktif. ”Pendorong utama gerakan ini berawal dari kegemaran, kecintaan, serta latar belakang para anggotanya yang sebagian besar merupakan pelaku seni aktif, ”kata Latif.


Baca juga:  Jadi Toko ke-40, UNIQLO Solo Siap Buka Pekan Depan

Komunitas ini memiliki tiga kegiatan utama, yaitu edukasi, kolaborasi, dan regenerasi. Edukasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk wadah belajar yang disesuaikan bagi semua kalangan, khususnya generasi muda. Dalam kegiatan ini terdiri dari empat program, seperti kelas budaya, konten edukasi digital, workshop seni tradisi, dan diskusi budaya. Sementara itu, kolaborasi berfokus pada jejaring antar berbagai pihak untuk memperluas jangkauan gerakan. Kolaborasi tersebut meliputi kerja sama dengan  sekolah, seniman, akademisi, antar komunitas, serta kemitraan dengan Disbudpar. Terakhir regenerasi berfokus untuk mencetak generasi penerus guna keberlangsungan budaya. Program yang diadakan, yaitu kaderisasi, pelatihan fasilitator budaya, volunter budaya, duta budaya muda. Selain itu, komunitas ini memiliki program unggulan yang meliputi Megantara Digital, Megantara Goes To School, dan Festival Tayuban. Program tersebut difokuskan bagi generasi muda, seperti pelajar tingkat SMP dan SMA, serta masyarakat umum.

Baca juga:  Tips Belanja Cerdas Kloset Duduk di Promo 11.11 Blibli dengan Harga Terjangkau

Kedepannya, anggota dari Megantara Art & Co berencana menargetkan dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam seni budaya, sekaligus yang memiliki komitmen untuk mengedukasi generasi muda.(Raisha)


TERKINI

Rekomendasi

...