Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN Peduli Dorong Warga Desa Bero Berdaya Bersama Alam 

Melalui Edukasi Homestead Farming


JATENGPOS.CO.ID, KLATEN – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN), PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan pelayanan kelistrikan yang andal, tetapi juga terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

 

Dikatakan, komitmen tersebut diwujudkan PLN Peduli bersama YOSO Farm melalui kegiatan “Berdaya Bersama Alam dengan Edukasi Ekosistem Homestead Farming di Desa Bero”, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 13 warga Desa Bero dengan materi edukasi dan pelatihan pembuatan kandang kastari untuk mendorong kemandirian serta swasembada pangan berbasis potensi lingkungan sekitar.

 

“Melalui PLN Peduli, kami ingin mendorong hadirnya pemberdayaan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat dikembangkan menjadi pengetahuan dan keterampilan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ungkap Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Klaten, Rahmat Taupik.

Baca juga:  Samira Ali Wisata Rindu Grup Komitmen Berikan Layanan Terbaik untuk Jamaah Umroh

 

Dijelaskan, peserta mendapatkan kesempatan belajar secara langsung mengenai pengelolaan peternakan ayam dengan sistem kandang kering yang sederhana dan ramah lingkungan. Peserta juga memperoleh fasilitasi berupa perlengkapan, kandang kastari, serta ayam jenis Elba sebagai modal awal untuk mengembangkan peternakan secara mandiri.

 

“Kolaborasi bersama YOSO Farm melalui edukasi Homestead Farming ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian PLN terhadap kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

 

Menurutnya, kandang kastari mengintegrasikan peternakan dengan pemanfaatan berbagai sumber daya organik yang tersedia di sekitar rumah. Sampah organik rumah tangga, sisa makanan, hingga limbah kebun seperti rumput dan dedaunan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari ekosistem kandang.

 

Konsep tersebut juga terhubung dengan budidaya magot yang dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan sisa makanan dan limbah dapur. Magot selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan tambahan bagi ayam sehingga bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat kembali masuk dalam satu siklus produktif.

Baca juga:  Sektor Jasa Keuangan di Jateng Stabil dan Terjaga

 

“Konsep kastari menjadi menarik karena mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai potensi yang tersedia di sekitar rumah secara sederhana dan berkelanjutan,” tegas Rahmat.

 

Ditambahkan, konsep tersebut mengedepankan prinsip 4M, yakni Mudah, Murah, Melimpah, dan Manfaat. Melalui Homestead Farming, rumah diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang produktif yang mengintegrasikan peternakan, pertanian, pengelolaan limbah organik hingga pemanfaatan hasilnya.

 

PLN berharap kolaborasi bersama YOSO Farm dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi warga Desa Bero, terutama dalam aspek ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan serta peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...