Tak Sekadar Olahraga, Mahasiswa KKN UNW Edukasi Warga Ngareanak Kendal Senam Kendalikan Hipertensi


JATENGPOS.CO.ID, KENDAL- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup aktif terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Di Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ngudi Waluyo mengajak masyarakat menjaga kesehatan melalui pelatihan senam hipertensi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN sekaligus bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat. Tak sekadar berolahraga bersama, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong warga lebih aktif secara fisik sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan mengendalikan faktor risiko hipertensi.

Pelatihan dilaksanakan oleh Afida Anjalia, Sany Nugroho Al Anshory, Nabila Urba Seftiani Putri, Dwi Dinda Puspitasari, Felysia Cheril Larasati, Dona Lovita, Fadhil Dwi Arianto, Novalia Batha, Widya Citta Diyani, dan Fara Della Winalasari.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), apt. Dedi Haswan, S.Farm., M.Clin.Pharm.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan aktivitas fisik yang dapat dilakukan masyarakat secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Senam hipertensi diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas sederhana yang mudah diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Aktivitas fisik secara rutin memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran tubuh, membantu mengendalikan berbagai faktor risiko hipertensi, mendukung kesehatan dan fungsi pembuluh darah, serta membantu menjaga berat badan,” ujar salah satu perwakilan Tim KKN UNW Desa Ngareanak kepada Jateng Pos, kemarin.

Baca juga:  Kombes Pol Artanto Berbagi Pengalaman Anjing Agresif Jenis Cane Corso Butuh Perhatian Khusus

Karena itu, mahasiswa KKN tidak hanya mendorong masyarakat untuk berolahraga saat kegiatan berlangsung, tetapi juga membangun kebiasaan agar aktivitas fisik dapat terus dilakukan secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo dalam mengedukasi sekaligus memberdayakan masyarakat. Harapannya, kegiatan sederhana tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang mudah dilakukan dan berkelanjutan.

Menurutnya, senam hipertensi apabila dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi ajang untuk meningkatkan interaksi sosial masyarakat. Senam hipertensi memiliki gerakan yang ringan dan tidak sulit yang dimulai dari pemanasan, latihan inti dan pendinginan.

Aktivitas fisik seperti senam hipertensi memang sangat bermanfaat, akan tetapi masyarakat khususnya penderita hipertensi harus memperhatikan kondisi tubuh sebelum dan selama melakukan senam ini.

Pemeriksaan hipertensi secara berkala perlu dilakukan, apabila sedang mengalami tekanan darah rendah (hipotensi) karena minum obat atau faktor lain, senam ini tidak dianjurkan. Selain itu, mahasiswa juga menghimbau agar masyarakat yang sudah terdiagnosis hipertensi agar selalu minum obat secara rutin dan teratur, tidak mengganti, menambahkan dan mengurangi obat tanpa konsultasi ke tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Baca juga:  Kasus Kanker Serviks Tinggi, Masyarakat Diimbau Lakukan Revaksinasi HPV

Senam hipertensi di Desa Ngareanak – Kabupaten Kendal tidak hanya diikuti oleh lansia, tapi remaja dan dewasa juga ikut serta. Hal ini dilakukan agar masyarakat Desa Ngareanak dapat menjadi pelopor berkelanjutan untuk menjaga masyarakat desa yang sehat dan mandiri.

apt. Dedi Haswan, S.Farm, M.Clin. Pharm, selaku praktisi dan juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa/wi KKN Universitas Ngudi Waluyo di Desa Ngareanak mengatakan, “ Obat dan non – obat itu harus sinergis, tidak hanya panderita hipertensi tapi pada penderita penyakit kronis lainnya. Konsumsi obat – obatan dan non obat-obatan harus sesuai dengan porsi masing-masing.

Banyak penderita hipertensi yang mengonsumsi obat – obatan hipertensi pada saat merasakan gejala saja, padahal obat antihipertensi harus diminum setiap hari bahkan seumur hidup. Anggapan masyrakat bahwa rutin minum obat antihipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, justru apabila  tidak minum obat akan mempercepat kerusakan ginjal itu sendiri, imbuhnya. (ril/muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...