JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Deru mesin motor berpadu dengan sorak penonton di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (27/9/2026). Di antara para rider yang berlaga dalam ajang MotoPrix 2026, terdapat dua bocah cilik yang mencuri perhatian karena keberanian mereka menaklukkan lintasan.
Salah satunya Chayra Fayyola Aldira, bocah perempuan berusia tujuh tahun yang akrab disapa Ola. Meski masih duduk di kelas 1 sekolah dasar, Ola tak gentar saat harus beradu cepat dengan belasan rider laki-laki di lintasan.
Motor mungilnya digeber dengan mantap. Tubuhnya ikut merunduk ketika memasuki tikungan, menunjukkan keberanian yang tak kalah dengan rider yang usianya jauh lebih dewasa.
Ola memang belum berhasil membawa pulang podium dalam balapan tersebut. Namun, keberaniannya menjadi catatan tersendiri karena ia menjadi salah satu-satunya rider perempuan di kategori yang diikutinya.
Bagi Ola, lintasan balap bukan sekadar tempat memacu motor. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah berani merasakan langsung kerasnya persaingan di dunia motorsport.
Tak hanya Ola, rider cilik lainnya juga mencuri perhatian. Adalah Juannanta Alfattah Pradana, bocah asal Boyolali yang usianya baru lima tahun dan masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Tubuh Juan memang terlihat lebih kecil dibanding rider lainnya. Namun, saat berada di atas motor, nyalinya justru tampak besar.
Juan melaju tanpa terlihat ragu. Motor digeber hingga kecepatan maksimal, sementara tubuh mungilnya tampak tenang ketika melewati tikungan lintasan.
Penampilannya semakin menggemaskan ketika mengenakan seragam balap lengkap. Dengan perlengkapan balap yang beratnya sekitar lima kilogram, Juan tetap fokus menghadapi setiap bagian lintasan.
Keberanian Ola dan Juan menjadi gambaran bahwa dunia motorsport mulai menarik minat anak-anak sejak usia dini. Mereka tidak hanya belajar mengendalikan motor, tetapi juga mengenal disiplin, keberanian dan atmosfer kompetisi.
VP Marketing & Brand Management Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan, kehadiran Pertamina dalam ajang tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ekosistem otomotif nasional. Menurutnya, kompetisi seperti MotoPrix juga dapat membuka ruang bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan.
“Untuk kami ini merupakan suatu bentuk upaya untuk mendukung ekosistem di dunia otomotif,” ujar Heppy di Sirkuit Mijen Semarang.
Dijelaskan, dukungan terhadap kompetisi balap diperlukan agar talenta-talenta muda Indonesia mendapatkan kesempatan berkompetisi dan berkembang menuju jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin memberikan peluang untuk talenta-talenta muda agar bisa berkembang ke ajang lebih tinggi, minimal Moto3,” jelasnya.
Selain mendukung kompetisi, Pertamina juga menghadirkan Pertamax Turbo sebagai bagian dari pengalaman para rider. Teknologi bahan bakar tersebut dipertemukan dengan teknologi motor balap untuk mendukung performa di lintasan.
“Kalau Pertamax Turbo, kami ingin memberikan experience bagi para rider. Kami ingin mengolaborasikan antara teknologi di Pertamax Turbo dengan teknologi di motor-motor balap mereka agar mendapat performance yang lebih baik,” pungkas Heppy.
Di tengah riuh suara mesin dan persaingan di lintasan Mijen, keberanian Ola dan Juan menjadi cerita tersendiri. Dua bocah dengan tubuh mungil itu menunjukkan bahwa semangat untuk mengenal dunia balap bisa tumbuh sejak usia dini.(aln)





