JATENGPOS.CO.ID, BARCELONA – Barcelona dikabarkan mendapatkan tawaran hingga 400 juta euro untuk melepas bintang mudanya, Lamine Yamal. Lamine Yamal menjelma menjadi pemain terbaik yang dimiliki Barcelona saat ini.
Meskipun masih berusia 18 tahun, Yamal telah menempati urutan kedua dalam daftar pemenang Ballon d’Or 2025. Pencapaian itu menjadi indikasi kuat Yamal akan sangat bersinar di masa depan.
Tidak heran, beberapa pihak meyakini Yamal adalah produk La Masia terbaik setelah era Lionel Messi. Sejauh ini, ia telah 111 kali memperkuat Barcelona dengan catatan 27 gol dan 38 assist.
Sejauh ini, ia telah membantu Barcelona meraih dua gelar LaLiga. Yamal juga menjadi tulang punggung timnas Spanyol. Ia menorehkan 23 caps dengan mengkreasikan enam gol. Yamal pun ambil bagian ketika La Furia Roja meraih gelar Euro 2024.
Rapor biru itu membuat Lamine Yamal mendapatkan banyak atensi. Satu di antaranya adalah Al-Hilal yang berkompetisi di Saudi Pro League. Fichajes melaporkan, Al-Hilal tertarik mendatangkan Yamal dalam waktu dekat. Untuk mewujudkan misi itu, Al-Hilal siap mengajukan tawaran mencapai 400 juta euro atau sekitar Rp 7,6 triliun.
Barcelona yang sebelumnya tidak ingin menjual Yamal pun mulai tergiur. Sebab, uang sebesar itu akan sangat membantu keuangan Barca yang sedang bermasalah. Tak pelak, menarik ditunggu apakah Barcelona akan benar-benar menjual Lamine Yamal ke Al-Hilal.
Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, mengungkapkan tiga pemain favoritnya di dunia saat ini — dan menariknya, salah satunya berasal dari klub rival berat mantan timnya, Real Madrid.
Dalam ajang Festival dello Sport di Trento, Zinedine Zidane menyebut Lamine Yamal dari Barcelona, serta dua gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Joao Neves dan Vitinha, sebagai pemain yang paling ia nikmati untuk ditonton.
“Terlepas dari posisinya di lapangan, ada satu pemain yang membuat saya merinding setiap kali ia menyentuh bola, yaitu Lamine Yamal,” ujar Zidane.
“Saat melawan Inter Milan di Liga Champions di San Siro pada musim lalu, ia melakukan segalanya. Seorang diri,” lanjut mantan pemain Timnas Prancis itu.
Selain Lamine Yamal, Zinedine Zidane juga menyoroti dua bintang muda asal Portugal yang memperkuat PSG. “Saya juga sangat menyukai dua gelandang Portugal milik PSG, Joao Neves dan Vitinha. Mereka nyaris tidak pernah kehilangan bola,” tambahnya.
Pujian Zidane menambah panjang daftar legenda yang terpesona dengan bakat luar biasa Lamine Yamal. Sebelumnya, mantan rekan setim Zidane di Real Madrid, David Beckham, juga memberikan sanjungan besar kepada bintang muda berusia 18 tahun itu.
“Menurut saya, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan Lionel Messi, tapi Yamal adalah yang paling mendekati yang pernah saya lihat,” kata Beckham pada Mei lalu. “Setiap 20 atau 30 tahun sekali, baru muncul pemain seperti itu. Saya percaya suatu hari nanti dia bisa sebaik Leo,” lanjutnya.
Sementara itu, Zlatan Ibrahimovic, yang turut hadir di festival yang sama, bahkan menyebut Yamal pantas meraih Ballon d’Or tahun ini.
“Anda harus menilai pemain berdasarkan kemampuannya membuat perbedaan secara individu. Dan Yamal melakukannya. Jika keputusan ada pada saya, saya akan memberikannya kepada Yamal,” ujar Zlatan.
Meski begitu, Yamal harus puas finis di posisi kedua dalam perebutan Ballon d’Or 2025, di bawah Ousmane Dembélé dari PSG.
Namun, ia tetap mencatat sejarah sebagai pemenang dua kali Kopa Trophy, penghargaan pemain muda terbaik dunia di bawah usia 21 tahun, dan menjadi orang pertama yang memenangkannya secara berturut-turut.
Selain berbicara tentang pemain favoritnya, Zidane juga menarik perhatian publik setelah mengisyaratkan keinginannya untuk kembali melatih. Mantan pelatih Real Madrid itu telah absen dari dunia kepelatihan sejak meninggalkan Santiago Bernabeu pada 2021. “Saya pasti akan kembali melatih,” kata Zidane.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi saya merasa bisa melakukan sesuatu dengan tim nasional. Itu yang ingin saya capai suatu hari nanti,” timpalnya.
Komentar tersebut memperkuat rumor bahwa Zidane tengah mengincar posisi pelatih tim nasional Prancis, yang saat ini masih dipegang oleh Didier Deschamps. Deschamps sendiri telah memastikan bahwa Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat akan menjadi turnamen terakhirnya bersama Les Bleus. “Pada 2026 semuanya akan selesai. Di kepala saya itu sudah jelas,” kata Deschamps kepada TF1 pada Januari lalu.
“Saya telah menjalani masa saya dengan semangat dan tekad untuk menjaga Prancis di level tertinggi, tapi 2026 adalah waktu yang tepat untuk berhenti.”
Dengan wacana pergantian pelatih yang semakin nyata dan Zidane secara terbuka menyatakan minatnya, masa depan Les Bleus pasca-Deschamps tampaknya bisa berada di tangan salah satu ikon terbesar sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. (bol/riz)








