25 C
Semarang
Selasa, 27 Januari 2026

Dilema Michael Carrick

JATENGPOS.CO.ID,  LONDON – Michael Carrick benar-benar menebar ancaman dan pembuktian sebagai manajer interim Manchester United (MU). Carrick berhasil membawa MU melibas Arsenal dengan skor 3-2, pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (25/01/2026).

Kemenangan ini terasa sangat istimewa karena Arsenal berstatus pemuncak klasemen klasemen Liga Inggris, dan juga di Liga Champions.

Carrick ternyata berhasil menemukan formula untuk melibas The Gunners yang bermain di kandang sendiri, Stadion Emirates. Mereka mempermalukan Arsenal dalam pertarungan yang diwarnai drama liga gol.

Arsenal sebenarnya unggul lebih dulu pada pertandingan ini melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-29. Namun, MU berhasil membalasanya dan membuat skor menjadi 1-1 pada menit ke-37 lewat aksi Bryan Mbeumo.

Pertandingan berjalan makin menarik. MU membuat pendukung tuan rumah di Stadion Emirates terdiam pada menit ke-50. Kali ini Patrick Dorgu yang mencatatkan namanya di papan skor.

Stadion Emirates kembali bergemuruh pada menit ke-84 ketika Mikel Merino menyamakan skor untuk Arsenal. Namun, kegembiraan tim London Utara itu tak bertahan lama. Tiga menit berselang, MU kembali membobol gawang Arsenal. Adalah Matheus Cunha yang mencetak gol kemenangan Red Devils dan membungkam The Gunners.

Hasil ini membuat MU menembus posisi empat besar Liga Inggris 2025/2026, dengan mengantongi nilai 38 dari 23 pertandingan.

Sementara itu, Arsenal masih bercokol di peringkat pertama dengan torehan 50 poin dari 23 pertandingan. Namun, kini keunggulan mereka atas peringkat kedua, Manchester City, terpangkas menjadi empat poin. Tentu saja, posisi tim besutan Mikel Arteta pun terancam oleh Man City.

Manajer interim MU, Michael Carrick, tak mau sesumbar setelah membawa timnya membuat kejutan dengan mempermalukan Arsenal 3-2 pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, Minggu (25/01/2026).

Menurut Michael Carrick, MU masih memiliki laga-laga yang lebih besar ke depan sehingga pantang terlena oleh kemenangan spesial tersebut.

Kemenangan tersebut menandai berlanjutnya debut manis Carrick sebagai manajer interim MU. Setelah pekan lalu MU melibas peringkat kedua Manchester City, kali ini membungkam Arsenal di kandangnya, Stadion Emirates.

Tiga gol Setan Merah masing-masing disumbangkan Bryan Mbeumo, Patrick Dorgu, dan Matheus Cunha. Sementara itu, dua gol Arsenal dicetak melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez dan Mikel Merino.

Kemenangan itu membawa tim besutan Carrick menembus peringkat keempat klasemen, dengan mengantongi 38 poin dari 23 pertandingan. MU kini tertinggal 12 poin dari Arsenal.

Namun, dengan MU sudah tersingkir dari kedua kompetisi piala domestik dan hanya menyisakan 15 pertandingan Premier League hingga akhir musim, Carrick menegaskan pentingnya tetap fokus pada setiap laga, dimulai dari kunjungan Fulham ke Old Trafford pekan depan.

Baca juga:  Panahan Indonesia Berhasil Persembahkan Medali Perunggu

“Saya tidak terbawa suasana. Kami masih punya pertandingan-pertandingan besar, bahkan lebih besar, karena setiap laga berikutnya adalah laga terbesar,” kata Carrick selepas laga, seperti dikutip dari ESPN.

“Jadi kami tidak boleh terlena. Ada hal-hal yang sangat penting di depan yang harus terus kami tingkatkan.”

“Memang ada banyak emosi, energi, dan kepercayaan diri yang bisa diambil dari kemenangan atas City dan Arsenal, tapi tetap rendah hati dan pahami bagaimana kami mendapatkan hasil-hasil ini. Itu sangat penting untuk langkah ke depan,” imbuh dia.

Dampak instan yang ditinggalkan Carrick sebagai manajer interim MU justru menghadirkan dilema besar bagi co-owner klub, Sir Jim Ratcliffe, dan jajaran pengambil keputusan di Old Trafford.

Penampilan luar biasa MU dalam satu laga saja sudah cukup mengguncang rencana jangka panjang klub.

Hanya dalam waktu 90 menit lebih saat menghadapi Manchester City, Carrick memberi gambaran menjanjikan tentang potensi yang bisa diraih Setan Merah jika mereka akhirnya menemukan arah yang tepat di lapangan.

Kemenangan telak itu menghadirkan euforia di kubu merah Manchester—bahkan Man City nyaris tak bisa mengeluh jika skor berakhir 6-0, dan layak dianggap sebagai momen titik balik.

Setidaknya, hasil tersebut menjadi garis tegas bahwa MU tak boleh kembali ke masa-masa paling suram di bawah kepemimpinan Ruben Amorim dan Erik ten Hag.

Jika para pemain mampu tampil dengan kecepatan, kekuatan, ketajaman, dan determinasi seperti itu melawan Man City maka standar tersebut seharusnya bisa dijadikan patokan minimum.

Meski begitu, Carrick masih jauh dari status manajer permanen. Para petinggi MU tentu akan mencermati penampilan tim dalam laga tandang melawan West Ham dan Everton bulan depan, sama seriusnya perhatian mereka terhadap duel berat melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu malam itu.

Namun, bila Carrick mampu kembali memicu performa menghancurkan dari skuad yang kerap mengecewakan dalam beberapa waktu terakhir maka wacana mengangkatnya sebagai manajer tetap bukan lagi sekadar angan-angan.

Sejumlah nama besar seperti Thomas Tuchel, Luis Enrique, Carlo Ancelotti, hingga Roberto De Zerbi disebut-sebut masuk radar MU saat menyusun langkah ke depan.

Akan tetapi, jika MU membutuhkan referensi, cukup melihat sosok Mikel Arteta, yang akan berhadapan langsung dengan Carrick di pinggir lapangan London Utara pada Minggu malam.

Arteta belum pernah menangani tim sebagai manajer utama ketika mengambil alih Arsenal lebih dari enam tahun lalu. Ia memang sempat magang di bawah Pep Guardiola di Manchester City selama tiga tahun, menyerap ilmu berharga dari satu di antara pelatih terbaik dunia.

Baca juga:  Liverpool Samai MU

Carrick pun memiliki bekal yang tak kalah solid. Ia menukangi Middlesbrough di Championship selama tiga musim dengan persentase kemenangan yang terbilang baik, mencapai 46,32 persen.

Kendati gagal membawa Boro promosi ke Premier League, Carrick meninggalkan kesan positif dan mendapat respek selama masa tugasnya.

Kini, taruhannya jelas jauh lebih besar. Namun, mungkin yang paling dibutuhkan Carrick dari Ratcliffe dan koleganya hanyalah satu hal yang juga pernah diberikan Arsenal kepada Arteta: kesabaran.

Ada banyak momen ketika Arsenal sebenarnya bisa memecat Arteta, terutama saat klub finis di posisi kedelapan Premier League pada musim penuh pertamanya, setelah juga finis di posisi yang sama, meski disertai gelar Piala FA, dalam setengah musim.

Bahkan setelah tiga kali finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir, Arteta masih kerap dicap sebagai manajer yang gagal membawa Arsenal menjadi juara. Kekalahan dari PSG, yang kemudian menjuarai Liga Champions, di semifinal musim lalu kembali memicu tuntutan agar ia mundur.

Namun, lihat Arsenal sekarang, melaju meyakinkan di kompetisi domestik maupun Eropa. Perjalanan mereka bersama Arteta mengingatkan pada fase awal Sir Alex Ferguson di MU.

Itulah sebabnya Carrick berharap, jika ia mampu menstabilkan tim, membangun momentum dari kemenangan derbi yang mengesankan, dan membawa Setan Merah kembali ke kompetisi Eropa, jika bukan Liga Champions, kursi manajer itu bisa menjadi miliknya.

Faktanya, para petinggi MU telah mencoba hampir semua opsi, dan hasilnya selalu berujung kegagalan. Dari nama-nama besar seperti Jose Mourinho dan Louis van Gaal, hingga eksperimen bersama Erik ten Hag dan Ruben Amorim, semuanya berakhir pahit.

Pendekatan dengan Ole Gunnar Solskjaer sempat menghadirkan ikatan emosional yang lebih kuat dengan suporter, tetapi tetap saja tak berumur panjang.

Disebutkan pula bahwa keputusan Carrick membawa Steve Holland, mantan pelatih Chelsea dan Timnas Inggris, serta tangan kanan Gareth Southgate, sebagai asistennya merupakan langkah penting.

Holland memiliki pengalaman luas, dan kehadirannya di Old Trafford bersama Carrick berpotensi menjadi pembeda, meski ada pula yang berspekulasi bahwa langkah ini hanyalah jalan pembuka menuju penunjukan Southgate sebagai manajer permanen.

Para pendukung setia MU merasa sudah terlalu sering menempuh jalan yang sama. Namun, pertanyaannya kini muncul: mungkinkah kali ini benar-benar menjadi awal perubahan, setidaknya di atas lapangan hijau? (bol/riz)



TERKINI

Dipuji Pelatih Fortuna Sittard

Rekomendasi

...

PSIS Jaga Tren Psitif

Magpies Harus Bangkit

Simak ! Ini Pemenang ‘AXIS Nation Cup...

City Diunggulkan