Libur Panjang, Pengendara Diingatkan Kuasai Teknik Engine Brake di Jalur Wisata Pegunungan


JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Libur panjang sekolah yang bertepatan dengan musim kemarau menjadi momen favorit masyarakat untuk berwisata menggunakan sepeda motor. Sejumlah destinasi dataran tinggi seperti Tawangmangu, Kopeng, Guci, hingga Colo diperkirakan ramai dikunjungi wisatawan.

Namun, jalur menuju kawasan wisata pegunungan memiliki karakter yang berbeda dibanding jalan perkotaan maupun jalur Pantura. Tanjakan curam, tikungan tajam, dan turunan panjang membutuhkan keterampilan berkendara yang lebih baik.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto mengatakan, sebagian besar kecelakaan di jalur pegunungan disebabkan pengendara kehilangan kendali saat menikung atau mengalami kegagalan pengereman di turunan.

“Berkendara di pegunungan bukan soal seberapa berani memutar gas, melainkan seberapa cerdas mengendalikan gaya gravitasi dan traksi ban,” ujarnya.


Menurut Oke, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pengendara motor matik adalah menekan rem terus-menerus saat melewati turunan panjang. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan rem mengalami panas berlebih hingga berisiko blong.

Baca juga:  1.600 Bikers Hadiri Jambore Nasional Supra di Klaten

Kondisi itu terjadi akibat gesekan kampas dan cakram rem yang berlangsung tanpa henti. Suhu yang terlalu tinggi dapat memicu munculnya gelembung udara pada minyak rem sehingga daya pengereman menurun.

Untuk menghindari kondisi tersebut, pengendara disarankan menggunakan metode pengereman secara bertahap atau lepas-pasang. Teknik ini memberi kesempatan pada sistem pengereman untuk kembali dingin saat melintasi turunan panjang.

Selain itu, pengendara motor matik juga dianjurkan memanfaatkan efek engine brake dengan tetap mempertahankan sedikit bukaan gas. Cara ini membuat laju kendaraan lebih terkendali dan tidak meluncur terlalu cepat saat menurun.

Penggunaan rem depan dan rem belakang juga harus dilakukan secara seimbang. Rem depan berfungsi sebagai pengereman utama, sedangkan rem belakang membantu menjaga kestabilan kendaraan.

Saat menghadapi tikungan tajam, Oke mengingatkan pengendara tidak perlu meniru gaya balap dengan kemiringan ekstrem. Teknik yang lebih aman untuk penggunaan harian adalah menyesuaikan posisi tubuh mengikuti kemiringan motor atau lean in.

Baca juga:  Macam–Macam Servis Mobil Mulai dari Berkala hingga Rutin

Pengendara juga harus memastikan kondisi jalur di depan aman sebelum memasuki tikungan. Jika pandangan masih terbatas, pilihan paling aman adalah mengurangi kecepatan hingga area tikungan terlihat jelas.

“Gunakan prinsip slow in, fast out. Kurangi kecepatan sebelum masuk tikungan, jaga kestabilan saat menikung, lalu tambahkan gas secara bertahap setelah melihat jalur keluar tikungan,” katanya.

Oke menambahkan keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama selama perjalanan wisata. Penggunaan helm, jaket, sarung tangan, dan perlengkapan berkendara lainnya wajib diperhatikan sebelum memulai perjalanan.

“Bagi warga Solo, Semarang, Pekalongan, dan Pati yang akan berwisata pada libur Juni ini, hormati jalur pegunungan dengan selalu mengendalikan kecepatan dan menyesuaikan penggunaan transmisi. Jangan biarkan kecepatan mengambil alih kendali atas keselamatan Anda. Gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, terutama helm, sebelum memulai perjalanan. #Cari_Aman, nikmati liburan dengan selamat dan nyaman,” pungkasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...