Kemenkes Periksa 75 Sampel Genome Pasien Covid-19 di Kudus


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS — Kementerian Kesehatan mengambil langkah antisipasi kemungkinan adanya virus varian baru COVID-19 dari India di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyusul adanya lonjakan kasus dengan mengambil 75 sampel genome pasien COVID-19 di daerah setempat.

“Hasilnya masih kami tunggu karena pemeriksaannya juga masih berjalan. Diperkirakan hasilnya baru bisa diketahui dua pekan mendatang,” kata Pelaksana tugas Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Prima Yosephine usai menyerahkan bantuan tes cepat antigen di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat.

Harapannya, kata dia, tidak ada varian baru. Kalaupun ada untuk upaya penatalaksanaannya juga sama dengan varian sebelumnya.

“Hal terpenting, kita kuatkan semuanya terlebih dahulu,” ujarnya.


Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)

Untuk penanganan kasus COVID-19 di Kudus, kata dia, sudah ada rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk memetakan mana-mana yang kurang, termasuk sumber daya manusianya dan mana yang harus diberikan dukungan dengan memprioritaskan di wilayah Jateng.

Kemenkes sendiri juga membantu alat tes cepat (rapid) test sebanyak 50.000 buah dengan harapan bisa digunakan untuk mempercepat tes masyarakat yang sudah dilakukan penelusuran kontak erat.

“Sambil menunggu hasil tes usap (swab) keluar, bisa langsung dilakukan tes cepat antigen sehingga bermanfaat sekali untuk meningkatkan testing dan penelusuran untuk melihat gambaran situasi sebenarnya,” ujarnya.

Ia mendorong Pemkab Kudus lebih meningkatkan strategi penanggulangan pandemi, mulai dari testing, penelusuran, isolasi dan karantina serta vaksinasinya.

Baca juga:  Polresta-Pemkot Pekalongan Intensifkan Operasi Yustisi Cegah Covid-19

Kemenkes juga menyumbangkan dosis vaksin tambahan sebanyak 50.000 dosis untuk dilakukan percepatan vaksinasinya. Saat ini vaksin tersebut sudah tiba di Provinsi Jateng untuk percepatan vaksinasi. (fid/ant)


TERKINI

Rekomendasi

...