27 C
Semarang
Minggu, 5 April 2026

PWI LS Diadukan ke Polres Kudus Buntut Diduga Lakukan Provokasi




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kudus Bersatu Cinta Damai, mengadukan organisai masyarakat Pejuang Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) ke Polres Kudus, Senin (8/9). Menyusul adanya dugaan provokasi dan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan perpecahan antar umat islam di Kudus.

Koordinator Aliansi Masyarakat Kudus Bersatu Cinta Damai, Riyanto mengatakan, terpaksa mengambil langkah hukum setelah sejumlah tindakan dari oknum PWI LS dinilai semakin meresahkan. Menyusul membuat pernyataan-pernyataan yang bersifat provokatif, menebar ujaran kebencian, bahkan memasang spanduk dengan kalimat yang menolak keberadaan para Habib di forum pengajian di Kudus.

‘’Tindakan itu tidak hanya merusak kerukunan umat Islam di Kudus, namun juga menimbulkan rasa tidak aman dalam beribadah,’’ ujarnya.

Baca juga:  Seorang Warga Meninggal Kesetrum Jebakan Tikus

Dalam laporannya, membeberkan sejumlah kejadian yang dimaksudkan. Di antaranya tuduhan bahwa PWI LS menghalangi umat Islam berziarah ke makam almarhum Habib Jafar Al Kaf. Selain itu, memprovokasi masyarakat untuk membenci para Habib, hingga membentangkan spanduk bernada SARA.


”Bagi kami, tindakan itu sudah jelas melanggar Undang-undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pada Pasal 59 ayat (3) jelas disebutkan bahwa ormas dilarang melakukan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau antargolongan (SARA) serta dilarang melakukan penodaan terhadap agama,’’ jelasnya.

Dengan demikian, pihaknya meminta Polres Kudus segera menindak tegas ormas tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku. Pihaknya juga menilai, penindakan penting dilakukan demi terciptanya ketenteraman, keadilan, dan kehidupan sosial yang harmonis di Kota Kudus.

Baca juga:  Pastikan Korban Rusuh Unjuk Rasa Pulih, Kapolresta dan Tokoh Masyarakat Sambangi RSUD Soewondo Pati

”Kami hanya ingin Kudus tetap kondusif, aman, dan religius sesuai jati dirinya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang membawa kepentingan kelompok dengan cara memecah belah umat,” pungkasnya. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...