26 C
Semarang
Jumat, 2 Januari 2026

Kemen PU Bakal Sulap Stadion Wergu Wetan jadi Standar FIFA

JATENGPOS.CO.ID, ​KUDUS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis tengah mematangkan rencana besar, untuk merombak Stadion Wergu Wetan, Kudus. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas olahraga tersebut agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan internasional sesuai dengan panduan FIFA dan PSSI.

​Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial Budaya, Feriqo Asya Yogananta, mengungkapkan bahwa saat ini proses perencanaan masih terus berjalan. Fokus utama dalam proyek ini adalah aspek safety and security (keamanan dan keselamatan), guna mencegah terulangnya tragedi seperti di Kanjuruhan.

​”Insyaallah rencana ini akan mengacu pada aturan-aturan terkait di FIFA dan PSSI. Poin utamanya adalah keamanan, agar stadion benar-benar aman dan nyaman bagi pemain maupun penonton. Kita ingin sepak bola menjadi olahraga bagi keluarga yang tenang dan nyaman,” ujar Feriqo.

Feriqo menyebut, perombakan kandang tim sepak bola berjuluk Macan Muria itu masih dalam tahap kajian bersama, antara tim perencanaan dan pemerintah daerah. Namun rekonstruksi total menjadi opsi yang paling memungkinkan, dibandingkan sekadar renovasi atau retrofitting.

Baca juga:  Melihat Omah Kapal Kudus yang Sudah Berusia 97 Tahun

​”Rekonstruksi artinya bangunan lama akan kita bongkar dan dibangun baru. Pertimbangan utamanya karena lokasi stadion saat ini sangat mepet dengan jalan raya. Stadion harus memiliki parameter pengaman luar dan dalam yang jelas, sementara di kondisi eksisting akses safety-nya masih kurang memadai,” jelasnya.

​Jika rekonstruksi dilakukan, tata letak stadion kemungkinan besar akan bergeser ke arah Selatan-Timur untuk memenuhi aturan Dasar Bangunan serta penyediaan ruang evakuasi yang lebih luas.

​Salah satu perubahan signifikan yang direncanakan adalah penghapusan lintasan atletik. Stadion Wergu Wetan diproyeksikan menjadi stadion khusus sepak bola (football-only stadium) seperti stadion-stadion di Eropa.

​”Melihat luasan lahan yang ada, kemungkinan besar tidak ada lintasan atletik. Fungsi utama hanya untuk lapangan bola agar penonton lebih dekat dengan lapangan. Hampir semua stadion yang dibangun Kementerian PU saat ini mengusung konsep tersebut,” tambahnya.

Feriqo menyebut ​beberapa fitur teknis yang akan disematkan antara lain, seluruh tribun menggunakan kursi bernomor, dengan kapasitas sekitar 7.000 penonton. Kapasitas ini dianggap ideal (medium) agar biaya pemeliharaan dan operasional di masa depan tidak membebani daerah.

Baca juga:  Puluhan Pos Kamling Rebutkan Piala Bupati Kudus 2025

Kemudian untuk ​pencahayaan, menggunakan lampu berkualitas tinggi (1.500 lux) yang mendukung siaran langsung televisi (broadcasting) dan teknologi VAR. Lalu pada lapangan menggunakan rumput yang sesuai dengan standar FIFA melalui pengujian pantulan dan gelinding bola agar siap digunakan untuk ajang internasional seperti FIFA Matchday.

Disinggung anggaran, Feriqo belum menyebutkan angka pasti karena desain masih dalam tahap finalisasi. Namun, sebagai gambaran, ia membandingkan dengan pembangunan stadion berkapasitas 12.000 penonton di Lamongan yang memakan biaya di bawah Rp200 miliar.

​”Untuk Kudus dengan kapasitas 7.000, kemungkinan anggarannya di atas Rp100 miliar. Pelaksanaannya nanti akan bersifat multiyears,” ungkapnya.

​Saat ini, dokumen perencanaan sedang memasuki tahap tinjauan akhir bersama para narasumber ahli di bidang arsitektur dan struktur. Jika proses desain selesai, tahap selanjutnya adalah proses tender yang diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 bulan.

“Kementerian PU berupaya mempercepat proses agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai,” pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...