26 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

UMK Resmi Luncurkan Bank Sampah

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) secara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi dan Launching Bank Sampah UMK, sebagai langkah nyata dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan serta mitigasi darurat persoalan sampah di Kabupaten Kudus, Kamis (29/1).

Kegiatan ini melibatkan sivitas akademika UMK serta mitra strategis, salah satunya PT Pegadaian, yang turut mendorong integrasi pengelolaan sampah dengan literasi keuangan melalui program Memilah Sampah Menabung Emas .

Rektor UMK, Prof. Darsono, dalam sambutannya menegaskan, pendirian Bank Sampah UMK merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan keberlanjutan kepada sivitas akademika.

‘’UMK tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar,’’ kata dia.

Sambung Prof Darsono, kehadiran Bank Sampah UMK diharapkan menjadi contoh konkret bagaimana kampus dapat berkontribusi langsung dalam pengelolaan sampah, penguatan kesadaran lingkungan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals.

Baca juga:  Polsek Kota Kudus Ungkap Pencurian Melalui Patroli Cyber

Sementara dalam paparannya, Farida Yuliani selaku pengurus Bank Sampah UMK menyampaikan, pendirian Bank Sampah UMK dilatarbelakangi oleh kondisi darurat pengelolaan sampah di Kudus. Berdasarkan data, sekitar 200 ton sampah per hari dibuang ke TPA dengan dominasi 78 persen sampah organik dan 21 persen sampah anorganik, sementara kapasitas lahan dan sarana pengolahan semakin terbatas

“Bank Sampah UMK hadir sebagai sarana edukasi dan perubahan perilaku, khususnya dalam pemilahan sampah dari sumbernya. Melalui bank sampah, sampah anorganik dapat didaur ulang, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun ekoenzim,” ujar Farida Yuliani.

Farida menambahkan, Bank Sampah UMK terbuka bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar. Bank sampah ini menerima berbagai jenis sampah anorganik bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan botol, serta beroperasi secara rutin setiap hari Kamis pukul 09.00–11.00 WIB.

‘’Ke depan, Bank Sampah UMK juga diarahkan menjadi pusat kegiatan edukasi, pengabdian masyarakat, dan pengembangan inovasi daur ulang di lingkungan kampus,’’ kata dia.

Baca juga:  Tahun 2024 Kabupaten Pati Ditarget Kemiskinan Ekstrim 0 Persen

Pada kesempatan yang sama, Fianti Wendah Pramesti, perwakilan dari PT Pegadaian sekaligus Koordinator Bank Sampah Area Pati, memaparkan program Memilah Sampah Menabung Emas, yaitu inisiatif Pegadaian yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan investasi emas berbasis ekonomi sirkular.

“Melalui program Memilah Sampah Menabung Emas, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi berupa tabungan emas. Sampah yang dikelola dengan baik dapat dikonversi menjadi nilai investasi yang aman dan berkelanjutan,” jelas Fianti Wendah Pramesti.

Fianti menambahkan, Pegadaian telah melakukan pendampingan terhadap ratusan bank sampah di berbagai daerah di Indonesia, termasuk melalui pemanfaatan Aplikasi Pegadaian Peduli untuk memantau pengelolaan sampah dan konversi nilai ekonominya.

“Kolaborasi dengan Bank Sampah UMK diharapkan mampu memperkuat literasi lingkungan sekaligus literasi keuangan bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (mas/han/rit)



TERKINI

Drama Sensasional di Lisbon

Kiper Ketiga Termahal di Dunia

Ikut Panik Kiper Benfica Maju Menyerang

Rekomendasi

...