JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Rencana pemerintah pusat menunjuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penyalur bantuan sosial (bansos) mendapat sambutan baik dari tingkat bawah. Pemerintah desa di Kabupaten Kudus menyatakan kesiapannya, baik dari sisi infrastruktur sistem maupun sumber daya manusia (SDM).
Seperti halnya diungkapkan Kepala Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Moh Khanafi. Pihaknya menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa. Menurutnya, selama ini distribusi bansos di balai desa sudah berjalan baik dan sebagian besar telah berbasis aplikasi.
‘’Kami menyambut baik. Sistem pendataan kita sudah by name by address, jadi koperasi tinggal menyalurkan sesuai data pusat. Ini justru akan meminimalisir potensi kesalahan distribusi,” ujar Khanafi, Rabu (8/4).
Menurutnya, kebijakan yang diwacanakan itu lebih dari sekadar urusan logistik. Kendati, Khanafi melihat peran baru ini sebagai ‘’napas buatan’’ bagi koperasi desa yang selama ini aktivitasnya belum maksimal. Ia tak menampik bahwa minat warga bergabung ke koperasi sempat menurun karena manfaat yang dirasakan belum signifikan.
‘’Dengan adanya penyaluran bansos, koperasi punya aktivitas nyata. Masyarakat akan melihat langsung manfaatnya, dan ini bisa menjadi daya tarik kuat untuk menambah anggota,” imbuhnya.
Senada, Ketua KDKMP Ngembal Kulon, Riwi Budi M, menegaskan kesiapan teknis pengurusnya. Saat ini, koperasi yang dipimpinnya diperkuat oleh delapan pengurus dengan latar belakang pendidikan tinggi, mulai dari sarjana hingga magister (S2). Sedang anggotanya terdapat 74 orang, 10 persennya merupakan aparatur sipil negara (ASN)
‘’Kalau untuk menyalurkan bansos, kami siap. Yang penting datanya jelas. Saat ini kami sedang merencanakan pengembangan usaha ke sektor sembako serta budidaya ikan, meski masih terkendala permodalan,” jelas Riwi. (han/rit)















