JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Olahraga push bike atau sepeda tanpa pedal, kini kian digandrungi oleh masyarakat di Kabupaten Kudus. Aktivitas ini tidak hanya menjadi sekadar hobi baru, melainkan juga dinilai efektif membantu stimulasi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Pengurus Komunitas Push Bike Kudus, Dian Widya, mengungkapkan bahwa olahraga ini sangat baik untuk melatih fokus, keseimbangan, kemampuan sensorik, serta motorik kasar dan halus anak. Saat ini, pihaknya membagi aktivitas komunitas ke dalam dua kategori utama, yaitu racing dan fun.
‘’Kategori racing kami siapkan untuk anak-anak yang mental dan fisiknya siap berkompetisi di tingkat antarkota maupun kabupaten. Sedang kategori fun lebih ditujukan untuk bermain santai dan refreshing,’’ ujar Dian, di sela-sela sesi latihan di depan Pendapa Kabupaten Kudus, baru-baru ini.
Kata Dian, olahraga ini khusus menyasar anak-anak usia dini, mulai dari rentang usia 2 tahun hingga 8 tahun. Sementara kategori kompetisi (racing), anak usia dua tahun bahkan sudah diperbolehkan ikut serta, asalkan memiliki kesiapan mental yang matang serta mendapat dukungan penuh dari orang tua.
Di Kudus, lanjutnya, komunitas push bike baru terbentuk pada awal tahun 2025. Saat sekarang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dian menceritakan, gerakan ini awalnya bermula dari satu anak yang rutin berlatih mandiri. Daya tarik olahraga yang unik ini berhasil memikat perhatian para orang tua lain di Kudus untuk ikut bergabung.
‘’Saat ini anggota aktif kami sudah mencapai sekitar 40 hingga 45 rider. Mereka rata-rata anak-anak dengan tahun kelahiran 2020 hingga 2024,’’ tuturnya.
Untuk memfasilitasi antusiasme tersebut, komunitas menggelar latihan rutin sebanyak tiga kali seminggu, yakni setiap hari Selasa, Jumat, dan Sabtu. Lokasi latihan berpindah-pindah memanfaatkan ruang publik strategis, seperti di kawasan Kantor Dishub Kudus, Gedung JHK, dan area depan Pendapa Kudus.
Meski tergolong baru, para pembalap cilik dari Kudus ini terbukti mampu bersaing di level regional. Anggota komunitas tercatat telah membawa pulang sejumlah piala dari berbagai ajang balap di luar daerah.
‘’Alhamdulillah, anak-anak sudah beberapa kali naik podium utama di berbagai kategori usia. Prestasi sejauh ini diraih dalam ajang antarkota dan kabupaten di Jepara, Yogyakarta, hingga beberapa kota di Jawa Timur,’’ jelas Dian.
Bagi warga Kudus yang tertarik mengikutkan anaknya olahraga push bike, komunitas ini membuka pintu selebar-lebarnya untuk umum. Informasi jadwal dan lokasi latihan rutin diperbarui melalui akun media sosial komunitas. Biaya latihan pun dipatok sangat terjangkau, yaitu Rp15.000 per pertemuan untuk anggota resmi (member) dan Rp25.000 per pertemuan untuk non-anggota.
‘’Seluruh dana yang terkumpul, nantinya dialokasikan kembali untuk pengadaan peralatan latihan bersama, serta penyediaan konsumsi bernutrisi bagi anak-anak setelah selesai berlatih,’’ pungkasnya. (han/rit)













