JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus terus berkomitmen mewujudkan wilayah bebas korupsi. Salah satu upaya nyata ditunjukkan oleh Inspektorat Kabupaten Kudus dengan memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) dan festival kebudayaan, untuk menggelar sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat luas.
Plt Inspektur Inspektorat Kabupaten Kudus, Adi Sadhono Murwanto, menyatakan bahwa kegiatan di area CFD ini, bertujuan untuk membangun kesadaran bersama dan mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan daerah.
‘’Tujuan khususnya tentu sosialisasi antikorupsi. Kami mengajak masyarakat ikut merespons dan mengawasi agar Kabupaten Kudus benar-benar bebas dari korupsi,’’ ujar Adi, Minggu (24/5).
Sambung Adi, selain menyasar masyarakat, Inspektorat Kudus juga memperketat pengawasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Khususnya yang menjalankan program-program strategis daerah. Pengawasan komprehensif dilakukan secara maraton sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan kegiatan.
Langkah ini diambil untuk menjawab kritik masyarakat terkait pengerjaan proyek fisik kedinasan yang sering kali menumpuk dan terkesan dipaksakan di akhir tahun anggaran. Adi menegaskan bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus telah mengeluarkan surat edaran tegas mengenai batasan waktu penandatanganan kontrak kerja.
‘’Harapannya, untuk APBD Murni semester satu ini, pelaksanaan fisik sudah harus dimulai. Kami tidak ingin ada keterlambatan,’’ tegas Adi.
Sementara itu, untuk APBD Perubahan, prosesnya saat ini masih dalam tahap penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan. Inspektorat meminta setiap OPD untuk lebih cermat dalam manajemen waktu, terutama dalam menghitung durasi proses lelang terbuka yang rata-rata memakan waktu maksimal 42 hari.
Mengenai sorotan publik terhadap potensi pungutan liar (pungli) dan laporan miring di jajaran dinas pendidikan serta OPD pelayanan publik lainnya, Inspektorat memastikan sektor-sektor tersebut tetap masuk dalam radar pantauan utama.
Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, Adi menjelaskan bahwa pengawasan terhadap program berjalan masih terus berproses,’’ Terkait kegiatan di tahun 2026 ini, tim kami masih berjalan dan fokus pada sisi proses probity audit-nya untuk memastikan semua administrasi dan aturan ditaati sejak awal,’’ pungkasnya. (han/rit)




