JATENGPOS.CO.ID, PATI – Semangat mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera menghangatkan Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (6/6).
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 Tahun 2026 digelar dengan tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hadir bersama Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala Sentra Margo Laras Pati Kementerian Sosial RI, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, kepala perangkat daerah terkait, direktur rumah sakit, kepala Puskesmas se-Kabupaten Pati, tenaga kesehatan, para lansia, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Chandra menegaskan komitmen Pemkab Pati memperkuat pelayanan kesehatan bagi lanjut usia. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah layanan tambahan Puskesmas pada sore hari.
“Sebagai bentuk komitmen di bidang kesehatan, kami sedang menyiapkan program tambahan layanan Puskesmas pada sore hari. Itu adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk Bapak Ibu semua di semua Puskesmas di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Langkah ini diambil agar lansia yang kesulitan datang pagi hari tetap mendapat akses pemeriksaan rutin, konsultasi, dan obat tanpa harus menunggu antrean panjang. Jam layanan sore diharapkan mulai berjalan bertahap di seluruh Puskesmas.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sentra Margo Laras Pati Kementerian Sosial RI menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) secara simbolis kepada Plt Bupati Pati.
Bantuan Atensi menyasar klaster lansia, anak, penyandang disabilitas, kelompok rentan Orang yang hidup dengan HIV, serta kelompok rentan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 12 Pati. Bentuk bantuan meliputi paket nutrisi, alat bantu, dan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar.
Peringatan HLUN ke-30 di Pati diisi beragam layanan sosial dan kesehatan. Chandra menyebut kegiatan yang sudah berjalan meliputi donor darah, operasi katarak gratis, hingga layanan terapi kesehatan.
“Kegiatan dalam rangka Hari Lansia ke-30 ini cukup beragam, mulai dari donor darah, operasi katarak, hingga layanan terapi kesehatan. Kami berharap seluruh kegiatan ini dapat memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Ratusan lansia memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis, pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan konsultasi gizi. Operasi katarak menyasar lansia prasejahtera yang selama ini terkendala biaya.
Pemkab Pati menyatakan akan terus memperkuat program pro-lansia. Selain layanan medis, pendekatan psikososial lewat Posyandu Lansia dan Sekolah Lansia juga diperluas agar lanjut usia tetap aktif, produktif, dan mandiri.
“Melalui berbagai program dan layanan yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Pati berupaya memastikan masyarakat, khususnya para lansia, mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” pungkas Chandra.(Ida/rit)




