JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus resmi meluncurkan logo baru Hari Jadi Kota Kudus ke-477. Desain logo tahun ini secara khusus mengadopsi seni ukir gebyok khas Kudus. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah setempat untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan bahwa Hari Jadi tahun ini mengusung jargon semangat ‘Urup Nguripi’. Jargon tersebut mencerminkan hikmah serta harmonisasi yang kuat di Kabupaten Kudus dalam berbagai aspek kehidupan.
‘’’Jargon ini menandakan hikmah dan harmonisasi yang ada di Kabupaten Kudus dalam segala aspek, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya,’’ ujar Sam’ani, di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (24/5).
Sam’ani memaparkan, secara visual, logo HUT ke-477 Kudus memadukan beberapa ornamen ikonik daerah. Elemen seperti api, gerbang, menara masjid, hingga tugu rokok dipadukan secara estetis hingga membentuk angka 477. Logo ini didominasi oleh kombinasi warna oranye, biru, dan hijau.
Dikatakan, perpaduan warna tersebut tidak sembarangan dipilih. Warna-warna itu melambangkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kudus yang tetap terjaga di tengah keberagaman agama serta budaya.
‘’Warna ini sebagai bentuk kebersamaan dan keharmonisan dari semua kepercayaan agama dan perbedaan. Kita satu menyatu menghidupi masyarakat Kabupaten Kudus,’’ jelasnya.
Sementara jargon ‘Urup Nguripi’, disimbolkan melalui bentuk api kehidupan. Simbol ini menggambarkan semangat membara masyarakat Kudus untuk terus berkarya dan bekerja demi kemajuan bangsa. Jargon tersebut sekaligus mempertegas identitas Kudus sebagai Kota Kretek, Kota Industri, Kota Santri, hingga Kota Empat Negeri.
Julukan Kota Empat Negeri sendiri merujuk pada sejarah panjang akulturasi empat etnis utama di Kudus, yaitu Jawa, China, Arab, dan Eropa. Semangat ini juga dinilai sangat sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Kudus, yaitu “Gusjigang” (Bagus akhlaknya, pintar Ngaji, dan pandai Dagang).
‘’Perusahaan-perusahaan ini kalau hidup bisa menghidupi masyarakat karena kita Kota Kretek, Kota Industri, Kota Santri, Kota Jenang, dan Kota Empat Negeri. Kudus ini kecil, tetapi investasinya berkembang baik,’’ imbuh Bupati.
Sedang keunikan lain dari logo kali ini, terletak pada corak ukiran gebyok yang disematkan di dalam simbol api. Sam’ani menegaskan, unsur seni tersebut sengaja dimasukkan untuk mengedukasi publik bahwa Kudus memiliki seni ukir khas yang bernilai tinggi, yang selama ini melekat pada rumah-rumah tradisional warga.
‘’Coraknya ukir gebyok Kabupaten Kudus. Walaupun ukir identik dengan Jepara, Kudus juga punya ukiran khas, terutama gebyok-gebyok yang ada di rumah,’’ terangnya.
Melalui momentum Hari Jadi ke-477 ini, Pemkab Kudus menargetkan lompatan kemajuan yang signifikan bagi daerah. Pemerintah berharap perayaan ini menjadi titik balik peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
‘’Targetnya semua indikator membaik. Kemiskinan turun, stunting turun, pengangguran turun, pungli bisa diberantas, dan budaya lokal kita bisa mendunia,’’ tutup Sam’ani. (han/rit)




