Fasilitas Pencarian Jodoh LKKNU Kudus Ramai Peminat


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Program fasilitasi pencarian pasangan hidup yang digelar Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus, menyedot perhatian publik secara luas, hingga Kamis (4/6) siang tercatat sekitar 60 peserta telah mendaftarkan diri, dengan sebaran asal daerah yang mencapai luar Pulau Jawa.

Sekretaris LKKNU Kudus, Mohammad Solikul Huda, mengungkapkan bahwa pendaftaran masih dibuka melalui jalur daring (online) maupun luring (offline). Menariknya, antusiasme tinggi tidak hanya datang dari luar daerah, tetapi juga dari kelompok usia lanjut.

‘’Data panitia mencatat peserta terjauh saat ini merupakan seorang perempuan asal Sumatra Selatan,’’ ungkap Huda.

Lanjut Huda, aelain faktor jarak, keberagaman usia peserta menjadi fenomena unik tersendiri dalam program ini. Salah satu pendaftar yang mencuri perhatian adalah seorang duda berusia 75 tahun. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit dan guru mengaji tersebut, mendaftar demi mencari teman hidup di masa tua. Anak-anaknya sendiri diketahui telah dewasa dan hidup mandiri.


Baca juga:  TMMD Sengkuyung 1/2026 Wujudkan Desa Mandiri Ngembal Kulon

‘’Dia (sebelumnya) bertanya, ‘Apakah saya masih bisa mendapat jodoh?’ Pertanyaan itu menarik karena usianya sudah 75 tahun,’’ ujar Huda.

Pihak LKKNU menegaskan bahwa program ini tidak membatasi usia peserta. Namun, panitia tetap melakukan seleksi ketat, terutama terkait kesiapan tanggung jawab rumah tangga. Termasuk kemampuan nafkah lahir dan batin, agar tidak ada pihak yang saling bergantung secara finansial.

LKKNU Kudus juga memastikan program ini berbeda dengan layanan komersial pada umumnya. Peserta tidak hanya dipertemukan, tetapi juga dibekali dengan aspek spiritual dan manajemen keluarga. Misalnya soal pembekalan rumah tangga, peserta diberi edukasi kesiapan mental dan finansial sebelum menikah.

‘’Kemudian layanan penyelesaian konflik rumah tangga, hingga urusan rujuk pasca-cerai. Termasuk pemberian ijazah doa dan amalan khusus untuk kelancaran jodoh,’’ tandasnya.

Baca juga:  Sambut Kesaktian Pancasila, Taman Tugu A Yani Dibersihkan

Masih kata Huda, tingginya minat masyarakat terhadap layanan perjodohan dinilai rawan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pihaknya pun mengimbau warga untuk waspada terhadap maraknya praktik biro jodoh palsu di media sosial, yang memungut biaya tanpa legalitas jelas.

‘’Sudah ada laporan korban dari layanan semacam itu. Masyarakat harus berhati-hati dan memastikan lembaga yang dipilih memiliki legalitas yang jelas,’’ tegas Huda. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...