JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Anggota Fraksi PAN DPRD Kudus, Rochim Sutopo, menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka dan menampung aspirasi masyarakat. Merespons aksi kritis para mahasiswa baru-baru ini, ia menyatakan sama sekali tidak keberatan namanya disebut-sebut. Sebaliknya, ia justru berterima kasih dan menganggap kritik tersebut sebagai bentuk ekspresi anak muda yang harus disikapi dengan bijak.
‘’Kami sebagai orang tua harus berlapang dada terhadap anak-anak kita. Silakan berekspresi,’’ ujar Rochim.
Meskipun begitu, ia mengingatkan agar setiap penyampaian aspirasi tetap menjaga etika dan karakter masyarakat Kudus yang agamis, guna menjaga nama baik daerah di tingkat nasional.
Sebagai wakil rakyat, Rochim pun menyatakan siap membuka ruang diskusi kapan saja demi kesejahteraan masyarakat Kudus. Ia juga berencana melibatkan elemen masyarakat, dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) agar melahirkan ide-ide inovatif dan kreatif yang langsung menyentuh kebutuhan publik.
‘’Kami siap berdiskusi kapan saja. Nantinya, saat pembasan Ranperda, kami juga akan melibatkan elemen masyarakat,’’ tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rochim juga menyoroti kondisi arah bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal implementasi UUD 1945 secara murni. Khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.
‘’Hak rakyat seperti sekolah gratis serta jaminan bagi fakir miskin dan anak terlantar wajib dipelihara oleh negara,’’ tegasnya.
Pihaknya juga mengingatkan pesan Presiden RI Ke-1 Soekarno mengenai bahaya pengkhianat bangsa, dari dalam yang merusak cita-cita proklamasi. Terkait kebijakan nasional seperti kenaikan harga BBM jenis Pertamax, ia mengajak masyarakat bersikap realistis dalam menghadapi dinamika perubahan zaman dan regulasi pusat.
‘’Kami ingatkan pesan Bung Karno soal pengkhianatan bangsa. Soal kenaikan BBM pertamax, mari bersikap realistis menghadapi dinamika perubahan zaman dan regulasi pusat,’’ pungkasnya. (han/rit)






