Api Lalap 70 Persen Pabrik Olahan Laut PT Dua Putra Makmur


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Kobaran api melalap pabrik pengolahan hasil laut PT Dua Putra Makmur Tbk yang berlokasi di Jalan Raya Pantura Pati–Juwana, Sabtu (6/6) pagi.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu menghanguskan hampir 70 persen area pabrik, termasuk gudang produksi dan stok barang jadi siap kirim.

Kapolsek Pati Kota Iptu Windarto mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan warga.

“Kami dari Polsek Pati Kota menerima laporan sekitar pukul 6 pagi. Bersama anggota, kami langsung ke TKP dan berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Pemda Pati,” ujarnya di lokasi kejadian, Sabtu (6/6).


Tentang penyebab kebakaran, polisi masih menunggu hasil penyelidikan ilmiah dari Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng di Semarang.

“Untuk penyebab kebakaran ini nanti menunggu hasil penyelidikan dari Labfor Semarang. Kami sudah seizin Pak Kapolresta Pati dan Pak Kasat Reskrim untuk menghubungi tim labfor. Nanti sama-sama kita tunggu,” jelas Iptu Windarto.

Garis polisi telah dipasang di sekeliling area pabrik. TKP dinyatakan status quo untuk memastikan olah tempat kejadian perkara bisa dilakukan maksimal setelah api benar-benar padam dan proses pendinginan selesai.

Manajemen PT Dua Putra Makmur Tbk menyebut kerugian cukup besar. Kebakaran tidak hanya meludeskan bangunan, tetapi juga mesin produksi, bahan baku, serta produk olahan hasil laut yang sudah dikemas dan siap dipasarkan.

Baca juga:  Warga Sukobubuk Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Desa

“Dampaknya memang terhadap karyawan dan produksi yang otomatis akan terdampak. Ini pabrik memproduksi olahan hasil laut dan turunannya, jadi termasuk hasil produksi yang siap kirim, siap jual juga mengalami dampak,” terang Iptu Windarto mengutip keterangan pihak perusahaan.

Beruntung, belum ada aktivitas karyawan saat api muncul. “Belum ada karyawan yang masuk. Kami pagi-pagi sudah sampai sini bersama anggota, situasi pabrik juga belum beroperasional,” imbuhnya. Dengan begitu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Proses pemadaman melibatkan puluhan unit mobil damkar dan tangki suplai air. Selain Damkar Pemda Pati, bantuan datang dari Damkar Kabupaten Rembang, Blora, Polresta Pati, PMI Pati, serta unit pemadam milik perusahaan swasta seperti PT Djarum Kudus, Garudafood, dan beberapa pabrik lain di Pati.

“Untuk damkar, ada banyak sekali. Yang jelas dari Pemda Pati, terus dari perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Pati dan juga pemadam kebakaran dari Rembang dan Blora,” sebut Iptu Windarto.

Hingga Sabtu siang, petugas masih berjibaku memadamkan titik api di area belakang pabrik yang sulit dijangkau. Kepulan asap tebal masih membubung dan sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalur Pantura Pati–Juwana. Polisi mengalihkan kendaraan secara situasional untuk memberi ruang gerak petugas.

Baca juga:  Menkes Tambah 38 Dokter Tangani Covid-19 di Kudus

“Pemadaman akan kita lakukan secara maksimal sampai api benar-benar padam dan nanti tim labfor dapat melakukan olah TKP. Masih dilakukan pemadaman yang area belakang. Dan setelah itu, pendinginan,” pungkas Iptu Windarto.

Posisi pabrik yang berada tepat di tepi jalan nasional membuat proses pemadaman mendapat perhatian pengguna jalan. Antrean kendaraan sempat mengular dari dua arah. Petugas gabungan dari Satlantas Polresta Pati dan Dishub diterjunkan untuk mengurai kemacetan.

PT Dua Putra Makmur Tbk merupakan salah satu emiten di sektor perikanan yang memiliki fasilitas pengolahan cukup besar di Pati. Produknya meliputi ikan beku, fillet, surimi, dan berbagai olahan laut lain untuk pasar domestik dan ekspor.

Manajemen perusahaan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait total kerugian dan nasib ratusan karyawan pasca-kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Pati menyatakan akan memfasilitasi koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja bila diperlukan.

Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan apakah ada unsur kelalaian atau korsleting listrik yang memicu kebakaran. Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi Labfor.(Ida/rit)


TERKINI

90 PSN di Kudus Masuk Fase Finalisasi

Rekomendasi

...