JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pembinaan cabang olahraga (cabor) bola voli pantai di Kabupaten Kudus dinilai berjalan lambat atau ‘kendo’ (Bahasa jawa). Pelatih IVOJO Kudus, Achsin Rois, menyoroti minimnya program strategis dari KONI dan Pengkab PBVSI Kudus, untuk mendongkrak semangat prestasi atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.
‘’Di KONI dan Pengkab tidak ada ide yang mendongkrak semangat prestasi. Baru kemarin ada tes fisik dari KONI, anggaran pun terbatas,’’ ujar Rois.
Meski minim dukungan, voli pantai Kudus memiliki torehan prestasi yang mentereng. Pada Porprov Jateng 2023 di Rembang, tim Kudus berhasil menyapu bersih medali emas melalui aksi empat atlet andalannya.
Prestasi puncaknya terjadi pada PON XII Aceh-Sumut lalu. Tim voli pantai berhasil menyumbang medali emas setelah menumbangkan tim Medan. Capaian ini memecahkan rekor sejarah yang belum pernah diraih selama 50 tahun terakhir, di mana kategori indoor sebelumnya hanya mampu menyumbang medali perak.
Menghadapi PON NTB-NTT 2028, Rakernas PBVSI telah memutuskan untuk mempertandingkan tiga nomor, 2 vs 2, 4 vs 4, dan nomor beregu. Khusus nomor 4 vs 4, batasan usia maksimal adalah 30 tahun, sehingga alumni emas PON 2025 dipastikan masih bisa memperkuat tim.
Sementara itu, untuk ajang Porprov Jateng pada Oktober 2026 mendatang, ada empat nomor yang akan dipertandingkan. Tim Voli Pantai Kudus membidik target dua medali emas dari nomor 4 vs 4 putri dan 2 vs 2 putra. Pemusatan latihan (TC) dijadwalkan akan dimulai pada Juli mendatang.
‘’Saat ini, kami membina masing-masing 8 atlet putra dan putri. Namun, dari total 16 atlet tersebut, hanya 11 atlet yang merupakan putra daerah asli Kudus,’’ paparnya.
Rois berharap, regenerasi kini bertumpu pada tiga atlet junior kader potensial yang baru saja menyabet juara 2 Popnas tingkat pelajar yakni siswa SMA 2 Bae,’’Para atlet muda ini diharapkan mampu menjaga estafet prestasi voli pantai Kudus di masa depan, mulai dari ajang Pra-PON 2027 hingga PON 2028,’’ pungkasnya. (han/rit)






