Kudus Terima 255 Bantuan RTLH dari Pemprov Jateng


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Kudus terus bergerak cepat mengentaskan kemiskinan ekstrem, melalui pemenuhan kebutuhan papan atau rumah yang layak huni bagi masyarakat.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menghadiri langsung seremoni penyerahan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada para penerima manfaat di Desa Dawe dan Desa Bae. Bantuan stimulan yang bersumber dari Gubernur Jawa Tengah tersebut diserahkan sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga miskin.

Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani mengimbau para penerima manfaat agar menjaga dan memaksimalkan bantuan yang telah diberikan. Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Jateng, hingga Indopos, yang ikut mendanai program ini.

Baca juga:  Polisi Amankan Tujuh Copet Saat Beraksi di Konser HUT Ke 80 Prov Jateng, di Jepara

‘’Rumah yang diperbaiki ini harus dimanfaatkan dan digunakan sebaik-baiknya. Pemkab Kudus sangat mendukung keterlibatan perusahaan swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyukseskan program bedah rumah ini demi menekan angka kemiskinan ekstrem,’’ ujar Sam’ani.


Ia menambahkan bahwa indikator penurunan kemiskinan tidak hanya diukur dari kelayakan hunian, tetapi juga dari keberhasilan masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan, peningkatan pendapatan, serta penguatan daya beli.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program RTLH merupakan stimulus krusial untuk memenuhi pelayanan dasar masyarakat yang mencakup sandang, pangan, dan papan. Pada tahun anggaran 2025, sebanyak 255 unit RTLH sukses dibangun di wilayah Kabupaten Kudus.

‘’Ini adalah pelayanan dasar agar masyarakat kita tidak masuk dalam desil 1, 2, dan 3 yang dikategorikan sangat miskin, miskin sekali, atau potensi miskin. Kita keroyok bersama-sama agar ke depannya angka kemiskinan dapat kita reduksi,’’ tegas Ahmad Luthfi.

Baca juga:  Bea Cukai Kudus Ungkap Modus Pengiriman Rokok Ilegal Diangkut Truk Kontainer

Sinergi antarlini ini terbukti membuahkan hasil positif. Berdasarkan data makro ekonomi, angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah berhasil ditekan turun dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Pemerintah mencatat hampir 1,3 juta masyarakat yang sebelumnya berada di garis kemiskinan kini berhasil ditingkatkan kesejahteraannya.

Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa keberhasilan ini memerlukan konsistensi dan kerja keras kolektif,’’Intervensi program tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah provinsi, melainkan wajib didukung penuh oleh seluruh jajaran bupati dan wali kota di Jawa Tengah,’’ pungkasnya. (han/rit)

 


TERKINI

Rekomendasi

...