Disdikpora Kudus Pastikan SPMB SMP 2026/2027 Lancar


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus memastikan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjalan lancar. Hampir seluruh sekolah kini melaporkan pemenuhan kuota daya tampung siswa mereka.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Disdikpora Kudus, Maulan Majid, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran proses seleksi tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu yang sempat diwarnai kekurangan siswa di beberapa titik, tahun ini formasi bangku sekolah jauh lebih merata.

‘’Alhamdulillah untuk SPMB tahun ajaran 2026/2027 berjalan lancar untuk jenjang SMP. Tidak ada kendala yang cukup berat. Sekolah-sekolah yang tahun kemarin kekurangan siswa, seperti SMP 3 Bae, SMP 4 Bae, dan SMP 3 Jekulo, saat ini kuotanya sudah terpenuhi semua,’’ ujar Maulan saat ditemui di ruang kerjanya.

Meskipun demikian, Majid mencatat ada satu sekolah regular yang masih kekurangan tipis, yaitu SMP 2 Dawe. Sekolah tersebut dilaporkan hanya kekurangan satu siswa untuk memenuhi daya tampung maksimalnya. Kendati demikian, pihak dinas belum menerima pengajuan resmi dari sekolah terkait untuk membuka pendaftaran tambahan secara luring (offline).


Baca juga:  Terduga Pelaku Penusukan Kakak Beradik Diringkus

Kelancaran SPMB tahun ini juga terlihat pada sekolah jalur khusus atau Sekolah Satu Atap (SATAP). SMP 3 Dawe misalnya, mencatatkan lonjakan pendaftar hingga melebihi kuota yang ditentukan. Sekolah dengan daya tampung 32 siswa (satu kelas) tersebut justru diserbu oleh 64 pendaftar.

‘’Kemarin dari pihak sekolah sempat berkoordinasi karena pendaftar mencapai 64 anak. Namun kami tegaskan tidak bisa ditambah karena sistem kuota sudah dikunci oleh Dapodik pusat. Jadi tetap disesuaikan dengan daya tampung awal,’’ jelas Majid.

Sementara itu, untuk SMP SATAP Undaan, data sementara mencatat baru ada 18 anak yang mendaftar. Pendaftaran untuk jalur offline sendiri secara resmi telah ditutup serentak pada hari Jumat pekan lalu.

Terkait perkembangan SPMB untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Disdikpora Kudus mengaku masih menunggu laporan menyeluruh dari tiap wilayah. Maulan menegaskan bahwa seluruh SD wajib mematuhi aturan daya tampung yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Sekolah favorit dilarang keras menerima siswa melebihi kapasitas kelas, meskipun peminatnya membeludak.

Baca juga:  Siswa Madrasah Aliyah Dibekali Ilmu Pengawasan Pemilu

‘’Seperti SD 1 Barongan dan SD 2 Wergu Kulon, peminatnya tahun ini sangat banyak bahkan ada yang lebih dari 200 anak. Tapi seleksi harus ketat dan disesuaikan dengan daya tampung resmi,’’ tambahnya.

Memasuki pekan ini, tahapan SPMB telah bergeser ke proses daftar ulang. Majid meluruskan bahwa tahapan verifikasi berkas krusial seperti pengecekan berkas domisili sudah rampung saat masa pendaftaran daring lalu.

Saat ini, calon peserta didik baru hanya perlu menyerahkan berkas fisik ke sekolah tujuan. Setelah proses daftar ulang selesai, para guru akan mulai memetakan pembagian kelas guna menyambut hari pertama masuk sekolah yang dijadwalkan serentak pada 13 Juli mendatang. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...