JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mencetak 1.000 desa wisata hingga akhir 2026. Strategi utama yang diandalkan adalah memperkuat Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) dengan memaksimalkan potensi lokal secara terintegrasi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Famny Dwi Arfana, menjelaskan bahwa pendekatan kawasan ini bertujuan menghubungkan potensi antardesa agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Saat ini, Kudus sudah memetakan tiga kawasan andalan berdasarkan karakteristik wilayahnya.
‘’Kami mendukung penuh ekosistem pariwisata sesuai arahan Provinsi. Saat ini sudah ada PKP Muria, PKP Gula Tumbu, dan PKP Menara,’’ ujar Famny, baru-baru ini.
Menurut Famny, setiap kawasan memiliki tema utama yang didukung oleh subtema dari desa-desa di sekitarnya. Melalui konsep saling melengkapi ini, tantangan geografis atau masalah di desa justru ditantang untuk diubah menjadi daya tarik wisata dan ekonomi kreatif.
‘’Misalnya daerah yang memiliki persoalan air, bagaimana persoalan itu justru dikreasikan menjadi potensi wisata. Itu yang kami dorong,’’ imbuhnya.
Guna mempercepat realisasi target tersebut, Pemkab Kudus sebelumnya juga telah mengucurkan stimulus ekonomi. Pada periode 2023–2024, bantuan keuangan sebesar Rp100 juta per desa telah disalurkan ke lima desa rintisan kawasan.
Terkait kuota pasti desa di Kudus yang akan masuk dalam daftar 1.000 desa wisata Jateng, pihak PMD mengaku masih perlu berkoordinasi dengan dinas kebudayaan dan pariwisata setempat untuk sinkronisasi data dan anggaran.
‘’Kami masih perlu koordinasi dengan instansi terkait untuk sinkronisasi data pembangunan perdesaan menjadi desa wisata,’’ pungkasnya. (han/rit)





