JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pendapa Kabupaten Kudus berubah menjadi lautan manusia, Senin (20/7) dini hari. Ribuan warga berbondong-bondong memadati area dalam hingga halaman pendapa untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) pamungkas bertajuk “Bola Gembira Final Piala Dunia” yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Pemkab Kudus memfasilitasi antusiasme luar biasa ini dengan menyediakan dua layar lebar. Sepanjang laga, atmosfer pendapa bergemuruh oleh sorak-sorai penonton setiap kali peluang emas tercipta.
Salah seorang penonton asal Desa Jepangpakis, Meila Fatim, mengaku sengaja datang karena televisi di rumahnya mengalami kendala teknis.’’Di rumah TV tidak bisa, jadi ke sini. Seru sekali karena ramai orang,’’ ujarnya.
Senada, Muhammad Satrio Wibowo, warga Kaliwungu, yang datang bersama rekan-rekannya demi merasakan euforia atmosfer massa.’’Saran untuk Pak Samani, agar nantinya nobar bisa digelar di Alun-Alun supaya jauh lebih seru lagi,’’ usul Satrio.
Laga sengit tersebut akhirnya dimenangkan oleh Spanyol dengan skor tipis 1-0 lewat gol dramatis Ferran Torres, yang memperdaya Emi Martinez di babak tambahan waktu. Statistik mencatat Spanyol tampil sangat mendominasi dengan 20 tembakan (11 on target), sementara Messi cs dibuat frustrasi dan hanya mampu meluncurkan 3 tembakan yang semuanya off target.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, yang hadir langsung mendampingi warga, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Samani, yang sebelumnya sempat memprediksi kemenangan Spanyol saat berada di Puncak 29, menyatakan bahwa kesuksesan tim Matador harus menjadi refleksi bagi sepak bola tanah air.
‘’Ini momentum bagaimana sepak bola di Indonesia bangkit. Belajar dari Spanyol, pemainnya muda, disiplin, dan tidak egois,’’ tutur Samani, Senin (20/7).
Tidak sekadar menyuguhkan hiburan olahraga, orang nomor satu di Kudus tersebut menegaskan bahwa agenda nobar ini berhasil menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi.
‘’Kalau ekonomi pasti bergerak, terutama UMKM. Saya berpesan setelah nonton, jangan lupa kebersihan sampahnya tetap harus kita perhatikan. Setelah itu kembali bekerja, bangkitkan ekonomi, bangkitkan kesejahteraan masyarakat,’’ pungkasnya. (han/rit)





