540 Anggota PMR Kudus Meriahkan Jumbara IX


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus resmi menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) IX. Agenda lima tahunan ini menjadi momen penentuan untuk membangkitkan kembali aktivitas Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah, yang sempat meredup pascapandemi Covid-19.

Kegiatan yang berpusat di Lapangan Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus ini, diikuti 540 peserta dari 36 kontingen, yang mencakup jenjang PMR Mula, Madya, dan Wira.

Sekretaris PMI Kudus, Imam Santosa, mengakui adanya penurunan jumlah peserta jika dibandingkan dengan penyelenggaraan Jumbara pada era sebelum pandemi. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari vakumnya ekstrakurikuler PMR di sekolah-sekolah selama pembatasan aktivitas beberapa tahun lalu.

‘’Kalau dibandingkan sebelumnya memang lebih sedikit. Karena setelah adanya Covid-19 kemarin itu, memang kegiatan-kegiatan PMR di sekolah berkurang,’’ ujar Imam, Kamis (30/7).


Meski demikian, Imam menegaskan bahwa Jumbara IX bukan sekadar ajang perlombaan semata. Acara ini dirancang sebagai wadah strategis bagi anggota PMR untuk saling belajar, berbakti kepada masyarakat, sekaligus berekreasi dalam suasana yang menggembirakan.

Baca juga:  Pertamina Tambah 30 Ribu Tabung Gas Melon di Kudus, Jamin Stok Ramadan

Sebagai langkah evaluasi dan pemulihan, PMI Kudus juga telah melakukan penyegaran terhadap para pembina PMR di wilayahnya. Langkah ini diambil agar proses pembinaan di masing-masing satuan pendidikan dapat kembali berjalan optimal.

‘’Harapannya membangkitkan PMR itu sendiri untuk lebih berkreasi dan berinovasi. Tidak hanya sekadar latihan, tetapi juga ada kompetisinya dengan suasana yang tetap gembira,’’ tambah Imam.

Mengenai kelanjutan kompetisi, PMI Kudus menyatakan bahwa para pemenang terbaik dalam Jumbara IX tidak otomatis langsung dikirim ke tingkat regional. Pihak manajemen PMI akan melakukan proses seleksi ulang serta memberikan pembinaan intensif khusus sebelum menerjunkan kontingen ke Jumbara tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dukungan penuh juga datang dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus. Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, yang hadir dalam pembukaan acara menilai Jumbara memiliki peran yang sangat vital dalam proses pembentukan karakter generasi muda.

Baca juga:  Sekda Jateng Luncurkan Program Gerakan Menanam Anti Rugi 

Eko berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum ini untuk mengasah kepekaan sosial serta keterampilan kepalangmerahan yang akan berguna bagi masa depan.

‘’Sebagai anggota PMR, kalian adalah calon relawan kemanusiaan di masa depan. Jadikan kegiatan ini sebagai tempat belajar, berbagi pengalaman, memperkuat persahabatan, mengasah keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari,’’ tegas Sekda Kudus dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, turut mengingatkan pentingnya aspek kepedulian sosial yang ditanamkan sejak usia dini melalui media Jumbara. Menurutnya, esensi dari PMR jauh lebih luas daripada sekadar penguasaan materi teknis medis.

‘’Jangan hanya belajar P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), tetapi juga membangun kepedulian, persahabatan, kerja sama, dan kemanusiaan yang nyata agar tumbuh generasi yang peduli terhadap pengabdian dan sesama,’’ pungkas Haryanto. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...