Korban Bullying Masih Trauma dan Ingin Pindah Sekolah


JATENGPOS.CO.ID, PATI– Korban dugaan perundungan (bullying) oleh kakak kelasnya, di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pati, mengalami trauma. Tidak hanya trauma, korban juga mengalami luka serius yang menyebabkan dua jari tangan kirinya putus.

Saudara korban, Sulistyono, membenarkan bahwa kondisi psikologis korban belum pulih sepenuhnya. Dijelaskan kondisi psikologisnya masih trauma.Bahkan korban takut saat melintas dan ketemu gurunya di sekolah.Terlebih, sejak kejadian perundungan hingga saat ini, pelaku belum berinisiatif untuk meminta maaf kepada korban.

“Kondisi korban sudah membaik, masih perawatan. Kondisi psikologis adiknya masih trauma, mentalnya mungkin kurang bagus, kemarin saja lewat sekolah kayak takut gimana, ketemu gurunya juga takut,” kata Sulis, Senin (3/8).

“Dari keluarga pelaku tidak ada inisiatif meminta maaf ke keluarga korban,” katanya lagi.


Sulis mengatakan korban berencana akan pindah sekolah. Hanya untuk rencana tersebut masih proses karena kondisi korban masih perawatan usai dua ruas jarinya putus. Harapannya agar tidak ada bullying atau perundungan lagi terhadap korban.

Baca juga:  Proyek Drainase dan Perbaikan Jalan Dikebut , Antisipasi Puncak Hujan

“Korban nanti kemungkinan akan kita cabut dari sekolah dan pindah,” jelasnya.

“Dikasih wawasan agar pindah sekolah. Harapan keluarga juga semoga tidak ada pembullyian lagi,” Sulis melanjutkan.

Sulis mengaku keluarga berharap Polresta Pati menangani kasus ini dengan benar dan adil agar tindakan bullying di sekolah tidak terulang lagi.

“Semoga kasus ini ditangani kepolisian dengan benar dan membawa hasil terbaik sesuai yang diharapkan keluarga,” terang dia.

Pendamping korban dari Astuti Foundation, Padina Mahardikasari, menyebut bahwa pihaknya telah menerima laporan dari kakak korban. Dengan demikian, Astuti Foundation berkomitmen untuk memberikan pendampingan aspek hukum dan psikologis terhadap korban.

“Kebetulan melapor itu hari Rabu sore (29/07/2026) terus Astuti melapor ke Dinsos dan juga Kemenag itu akhirnya kita mendapat jadwal hari ini menengok si adek korban,” ujarnya.

Menurutnya, korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Adapun kondisi korban saat ini mulai membaik.

Baca juga:  Ketua DPRD Pati Siap Terima Pemotongan Tunjangan Perumahan

“Alhamdulillah sudah di rumah sudah di obati dan pada saat ini sudah pasca pengobatan,” terangnya.

Lebih lanjut, Padina mengaku bahwa proses hukum sudah ditangani oleh Polresta Pati. Dia pun berharap tidak ada kasus serupa di dunia pendidikan, khususnya Pati.

“Proses hukumnya sudah ditangani oleh Polres hari ini,” imbuhnya.

Terpisah Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, mengaku fokus melakukan penyelidikan. Dika belum berkenan memberikan kronologi kejadian dugaan bullying tersebut.

“Masih penyelidikan nanti pasti kita sampaikan,” jawab singkat Dika saat dihubungi siang ini.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan bullying itu terjadi pada Senin (27/7) lalu.
Kepala MTS, Safi’i mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan bullying. Namun kejadian tersebut insiden murni dari kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan.

“Menyatakan kejadian yang ada bahwa sebetulnya murni dari insiden atau kecelakaan yang tidak ada unsur kesengajaan atau pembullyan,”ujarnya.(Ida/rit)


TERKINI


Rekomendasi

...