Pemkab dan Forkopimda Kudus Perketat Uji Klinis Makanan


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkomitmen penuh mengawal keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain fokus pada peningkatan gizi anak, mitigasi risiko kesehatan dan dampak ekonomi lokal menjadi poin evaluasi utama.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa seluruh elemen Forkopimda, yakni Kapolres Kudus, Dandim 0722/Kudus, Ketua DPRD, serta Wakil Bupati selaku Ketua Satgas MBG, bergerak sinergis melakukan evaluasi menyeluruh terkait capaian program nasional ini.

‘’Kami mengevaluasi dampak MBG dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan, gizi, sosial, hingga ekonomi. Kami memastikan penyerapan bahan makanan wajib mengutamakan komoditas lokal, agar sirkulasi ekonomi dan perputaran uang tetap berputar di Kabupaten Kudus,’’ ujar Sam’ani, usai memimpin Dialog Program MBG, Rabu siang.

Baca juga:  Longsor di Dusun Kambangan Menelan Korban

Sebagai bentuk transparansi, Pemkab Kudus memanfaatkan platform digital Kudus Sehat. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memantau langsung aktivitas dapur melalui kamera CCTV, melihat daftar sekolah penerima manfaat, hingga mengecek status Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

‘’Kami juga mewajibkan setiap kepala SPPG mencantumkan nomor ponsel mereka di portal komunikasi. Ini bertujuan agar masyarakat bisa memberikan masukan atau aduan secara langsung,’’ jelasnya.

Terkait infrastruktur, Sam’ani menyebut dari target titik yang ditentukan yakni 124 titik, yang sudah beroperasi sebanyak 118 titik. Sehingga masih tersisa 6 dapur SPPG yang sedang dalam tahap optimalisasi bangunan fisik dan percepatan operasional dengan pendampingan penuh dari Forkopimda.

Sementara itu, di sisi keamanan pangan, Polres Kudus mengambil langkah preventif ekstra ketat, guna mencegah potensi kedaruratan seperti keracunan makanan. Kapolres Kudus, AKBP Wahyu Sulistyo, menyatakan pihaknya menerapkan SOP ketat sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Baca juga:  AKBP Wahyu Sulistyo Siap Lanjutkan Program Kondusif

‘’Ada tiga prinsip utama yang harus dipenuhi, yakni makanan harus sehat, aman, dan enak. Kami tidak ingin makanan ini hanya sehat secara klinis tapi tidak menggugah selera anak-anak,’’ jelas AKBP Wahyu.

Polres Kudus juga memperkenalkan metode skrining kesehatan berlapis untuk menguji kelaikan makanan. Petugas melakukan penjaminan mutu lewat pemeriksaan fisik awal, mencicipi sampel, hingga melakukan uji laboratorium kimia menggunakan empat reagen khusus.

‘’Kami menguji kandungan berbahaya seperti nitrit, sianida, dan arsenik sebelum makanan dibagikan kepada anak-anak. Kami siap menularkan ilmu dan teknologi uji cepat ini ke seluruh kepala dapur dan mitra SPPG di Kudus, demi keselamatan bersama,’’ tegas Kapolres. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...