JATENGPOS.CO.ID, PATI – Dua nelayan asal Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tenggelam saat mencari ikan di perairan Pecangaan-Juwana, Rabu (16/9) pagi. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu nelayan lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.45 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 2–4 mil dari daratan, di wilayah perairan Pecangaan-Juwana, Kecamatan Juwana. Kedua nelayan diketahui sedang mencari ikan dero.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Moin, 60, warga Desa Dororejo, Kecamatan Tayu. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian bernama Haryanto, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu.
Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, kejadian bermula ketika Moin menebarkan jaring untuk menangkap ikan. Saat itu, tubuh korban diduga tersangkut atau tergubel jaring hingga tercebur ke laut.
“Korban pertama saat menebarkan jaring diduga tersangkut jaring dan kemudian tercebur ke laut. Korban kedua berusaha memberikan pertolongan, tetapi keduanya justru tenggelam,” kata Hendrik.
Nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan. Moin akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan. Namun, Haryanto hingga kini belum ditemukan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Satpolairud Polresta Pati langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban.
“Begitu menerima informasi, personel Satpolairud langsung bergerak cepat menuju lokasi dan membantu proses evakuasi korban. Untuk korban yang belum ditemukan, pencarian masih terus kami lakukan,” ujarnya.
Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata saksi, serta berkoordinasi dengan tim SAR untuk melanjutkan pencarian Haryanto.
Sementara itu, pemeriksaan luar terhadap jenazah Moin dilakukan petugas Puskesmas Tayu II. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan.
“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diindikasikan meninggal dunia akibat tenggelam,” jelas Hendrik.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah Moin diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga berita ini ditulis, pencarian terhadap Haryanto masih dilakukan petugas gabungan.
Polisi mengimbau para nelayan agar mengutamakan keselamatan saat melaut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan.
Masyarakat atau nelayan yang mengetahui adanya keadaan darurat di laut dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 atau kantor kepolisian terdekat agar pertolongan dapat diberikan dengan cepat.(Ida/rit)




