Gandeng Eks Napiter Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus terus memperkuat benteng ideologi generasi muda, dalam menghadapi ancaman paham radikal di era digital. Langkah ini ditegaskan dalam Kegiatan Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Rangka Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Keamanan Terhadap Kelompok Radikal.

Seminar bertajuk ‘’Pelajar Sebagai Garda Terdepan Ideologi, Mengoptimalisasikan Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Radikalisme untuk Menjaga Keutuhan NKRI” yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/9) ini, diikuti 80 peserta. Tediri dari elemen pelajar dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meminta seluruh peserta untuk menyimak materi dengan sungguh-sungguh, demi memperluas cakrawala wawasan kebangsaan. Sam’ani secara khusus, pun menyoroti tantangan berat yang dihadapi remaja di media sosial.

Baca juga:  Kapolri-Panglima Sebar 30 Ribu Paket Sembako di Kampung Jokowi

‘’Di era digital ini, perkembangan teknologi sangat luar biasa. Saya berpesan kepada anak-anakku semua, tetap bijak dan santun dalam menggunakan media sosial. Ingat, kalian adalah calon-calon pemimpin di masa depan,’’ ujar Sam’ani.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kudus, Andreas Wahyu Adi Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program strategis bidang ideologi wawasan kebangsaan. Kegiatan ini guna memberikan pemahaman yang riil dan mendalam, melalui narasumber dari pihak kepolisian serta mantan narapidana terorisme (eks napiter), Ustaz Imron Baihaqi yang dikenal sebagai Abu Tholut.

‘’Beliau (Abu Tholut) mengalami langsung dan mempraktikkan langsung (masa lalu). Nanti akan banyak diceritakan bagaimana proses masuknya dan cara-cara perekrutannya. Pengalaman langsung ini penting agar para pelajar tahu trik-trik mereka dan bisa langsung menangkal jika menemui hal serupa,’’ jelas Andreas.

Baca juga:  Hajatan Dibubarkan Satgas Covid, Kades Jenar Ngamuk

Saat ditanya mengenai pemetaan kelompok radikal di wilayah Kudus, Andreas menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Kudus terpantau sangat kondusif. Kendati demikian, pihak otoritas enggan lengah sedikit pun.

‘’Paham radikalisme destruktif ini tidak mudah padam begitu saja. Karena itu, kami di Kesbangpol terus melakukan monitoring ketat. Kami intens berkoordinasi dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) serta jajaran intelijen dari Polres maupun Kodim Kudus untuk memastikan situasi tetap aman,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...