JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus melalui Dinas PKPLH memperluas kawasan hijau di wilayah perkotaan. Melalui program “Jumat Menanam”, Pemkab Kudus menargetkan penanaman sedikitnya 50 pohon setiap pekan untuk menggantikan tanaman yang mati sekaligus menyulami sejumlah ruas jalan yang gersang.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa gerakan rutin ini fokus utamanya adalah aksi menyisir area publik dan jalur hijau yang pohonnya telah rusak atau mati,’’Setiap Jumat kami perintahkan kepada DPKPLH untuk menanam pohon, minimal 50 pohon. Tanaman yang sudah mati atau rusak kita sulami,” ujar Sam’ani, Jumat.
Untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur di masa depan, Pemkab Kudus bersikap selektif dalam memilih vegetasi. Jenis pohon yang dipilih di antaranya adalah pule dan tabebuya.
‘’Kedua jenis pohon ini ramah terhadap tata kota karena karakter akarnya yang tumbuh menghujam ke bawah. Jadi tidak merusak badan jalan maupun fasilitas trotoar,’’ katanya.
Sam’ani menjelaskan, kehadiran pohon-pohon ini berfungsi vital sebagai penyerap emisi karbon (CO2) dari kendaraan bermotor yang melintasi pusat kota,’’Penghijauan jalan itu penting untuk ayaman jalan dan memperkuat sirkulasi udara,’’ tambahnya.
Menariknya, bibit-bibit pohon yang ditanam bukan bersumber dari proyek pengadaan APBD, melainkan hasil swadaya dan sumbangan masyarakat yang dikumpulkan saat momen Hari Jadi Kabupaten Kudus serta Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI.
‘’Tak hanya di jalan protokol, kami juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghijaukan halaman kantor masing-masing,’’ tuturnya.
Terkait sorotan netizen di media sosial mengenai penempatan pohon yang dinilai kurang pas, Sam’ani meresponsnya dengan terbuka. Ia menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi demi penataan kota yang lebih estetis dan fungsional.
‘’Kami ucapkan terima kasih atas kritikan dan masukannya. Kalau memang kita salah, kita perbaiki dan kita tata lagi,” imbuhnya.
Pihaknya memastikan, jika di kemudian hari ada dahan atau akar yang mulai mengganggu kenyamanan pengguna jalan, petugas akan langsung melakukan pemangkasan.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kudus, Hari Wibowo, menjelaskan bahwa penghijauan ini sangat mendesak mengingat status Kudus sebagai daerah industri yang padat aktivitas. Pohon-pohon baru ini diharapkan mampu memproduksi oksigen segar demi kenyamanan pengendara sekaligus pejalan kaki.
Ke depan, program penghijauan ini tidak akan berjalan sendiri. Dinas PUPR memastikan pemeliharaan pohon akan disinergikan langsung dengan pembersihan saluran drainase secara berkala.
‘’Langkah terintegrasi ini diambil agar estetika kota dan keandalan infrastruktur pengendali banjir di Kabupaten Kudus dapat terjaga secara bersamaan,’’ (han/rit)







