Museum Kretek Bersiap jadi Pusat Wisata Unggulan


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Manajemen Museum Kretek Garden tengah bersiap melakukan transformasi besar-besaran untuk menyulap kawasan cagar budaya tersebut menjadi pusat wisata utama di Kota Kudus. Rencana pengembangan strategis ini dijadwalkan mulai berjalan serentak pada 1 Oktober lusa.

Manajer Museum Kretek Garden, Pujiharto, mengungkapkan bahwa proyeksi jangka pendek hingga akhir tahun ini akan menyasar beberapa titik krusial, dengan fokus awal pada pembenahan fasilitas kolam renang (waterpark).

‘’Untuk progres awal, penataan kami akan lebih fokus di waterpark. Ada beberapa fasilitas yang memang harus segera kami tata ulang,’’ ujar Pujiharto, saat memberikan keterangan, Selasa (29/9).

Selain perbaikan fasilitas air, optimalisasi lahan museum seluas kurang lebih 2,5 hektare juga menjadi prioritas. Pihak manajemen saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan komunitas otomotif, khususnya Volkswagen (VW) seluruh Indonesia, untuk menghadirkan layanan City Tour.

Baca juga:  TPS Plosojenar Terbakar, Diduga Dipicu Slamper Tebu

Program City Tour ini dirancang khusus untuk memanjakan wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi-destinasi wisata unggulan lain yang tersebar di wilayah Kota Kudus.

‘’Kami sedang melakukan proses lobi agar Kota Kudus segera memiliki City Tour sendiri,’’ tambahnya.

Guna mendongkrak angka kunjungan, Museum Kretek Garden berkomitmen menggelar kegiatan rutin setiap akhir pekan. Ragam acara yang akan dieksplorasi meliputi kontes burung berkicau, pertunjukan musik, hingga pagelaran seni budaya lokal.

Tidak hanya itu, area luar ruangan museum juga akan dilengkapi dengan sejumlah wahana permainan baru untuk memikat pengunjung keluarga. Salah satu wahana interaktif yang dipastikan hadir dalam waktu dekat adalah komidi putar mobil bom-bom atau bumper car.

Baca juga:  UMK Resmi Luncurkan Bank Sampah

‘’Kami berusaha melengkapi kawasan ini dengan permainan baru yang menarik konsumen. Langkah awal ini akan kami kebut sampai akhir tahun,’’ tutup Pujiharto.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi menawarkan pengelolaan sebagian kawasan Museum Kretek kepada pihak swasta dengan nilai penawaran Rp353 juta per tahun. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‘’Nilai penawaran kepada swasta sebesar itu berdasarkan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),’’ ujar Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Abdul Halil, saat ditemui di Pendopo Kudus, baru-baru ini. (han/rit)


TERKINI

Suporter Macan Muria Tuntut Manajemen Dievaluasi

Rekomendasi

...