JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dampak musim kemarau yang kian meluas memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus. Merespons kondisi kritis tersebut, Kodim 0722/Kudus bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (29/9/2026).
Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di wilayah RW 01/02 Desa Glagahwaru mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan langsung menggunakan mobil water tank milik Kodim 0722/Kudus untuk memenuhi kebutuhan domestik warga yang mengering sejak beberapa pekan terakhir.
Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie, menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap penderitaan masyarakat.
‘’Penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau,’’ ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0722/Kudus mengedepankan sinergi lintas sektoral. Sebanyak 20 personel gabungan diterjunkan, melibatkan Koramil 03/Undaan yang dipimpin langsung oleh Danramil Letda Cpl Teguh Raharjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Trantib Kecamatan Undaan, serta dibantu masyarakat setempat.
Sementara itu, berdasarkan data teoretis dan pemetaan riil di lapangan, krisis air di Desa Glagahwaru telah menjangkau 375 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 1.091 jiwa. Sebaran wilayah terdampak meliputi enam RT di lingkungan RW 03.
Adapun rincian 1.091 jiwa yang terdampak kekeringan, di lingkungan RT 01 terdapat 165 jiwa dari 57 KK, RT 02 sebanyak 184 jiwa dari 60 KK, RT 03 sebanyak 186 jiwa dari 67 KK, di RT 04 sebanyak 209 jiwa dari 74 KK, di RT 05 sebanyak 180 jiwa dari 62 KK dan di RT 06 sebanyak 167 KK dari 55 KK.
Penyaluran bantuan ini disambut antusias oleh warga yang sejak pagi telah mengantre dengan tertib membawa jeriken dan ember. Pasokan air ini diharapkan mampu menyambung napas kebutuhan dasar harian warga selama sumber sumur gali dan sumber air utama mereka menyusut drastis.
Sadar bahwa penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan secara instan, Kodim 0722/Kudus mendesak adanya pembaruan data secara berkala terkait luasan wilayah dan jumlah warga yang terdampak. Langkah mitigasi ini dinilai krusial sebagai fondasi taktis untuk menentukan volume dan sasaran dropping bantuan air bersih berikutnya.
(mas/han/rit)




