30 C
Semarang
Selasa, 17 Maret 2026

Pelaku Seni Karawitan Tlompakan Sambut Antusias Sosialisasi Pelestarian Budaya Digelar PPK Ormawa UKM Tari UNW Ungaran


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- PPKO Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran menggelar kegiatan Sosialisasi Penyuluhan Peningkatan dan Pelestarian Kebudayaan di Gedung PKK Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Acara pada Jumat (26/9/2025) dimulai seitar pukul 15.00 WIB, dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora), Dinas Pariwisata, perwakilan UNW, Kepala Desa, Kepala Dusun, pengurus dan pelaku kesenian seni karawitan, serta masyarakat sekitar.

Kepala Desa Tlompakan, Sunardi dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan bahwa budaya adalah identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Sementara, perwakilan Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Dwi Hartanto serta Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Sekar Widjiningsih menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menjaga pelestarian seni dan tradisi lokal.

Baca juga:  Petugas Gabungan Ops Zebra Ajak Pengunjung Wisata Kota Lama Semarang Tertib Berlalu Lintas

Dalam kesempatan ini, bidang Kemahasiswaan UNW Ungaran, Priyatmo Edy Ismailianto menyampaikan bahwa agar para generasi muda tertarik dengan kesenian tradisional, perlu bisa menggabungkan kesenian tradisional dengan kesenian modern.

Foto bersama seusai gelar Sosialisasi Penyuluhan Peningkatan dan Pelestarian Kebudayaan digelar PPK Ormawa UKM Tari UNW Ungaran di Gedung PKK Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang. FOTO:IST/JATENGPOS

Dalam kegiatan ini, mahasiswa PPKO UKM Tari UNW memberikan sosialisasi pentingnya pelestarian kebudayaan di era modern. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan seni tari, karawitan, serta peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan budaya Jawa.

Acara semakin hidup dengan digelar diskusi interaktif. Para pelaku seni karawitan berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka dalam menjaga kesenian tradisional, sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak muda agar tidak malu menekuni seni budaya. Mereka menyambut antusias semua rangkaian kegiatan ini.

Baca juga:  Alfamart dan Baby Happy Perkuat Program Sahabat Posyandu, Sasar Lebih dari 6.000 Ibu dan Anak

Beberapa masyarakat juga menyampaikan pendapat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan ruang untuk belajar sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

“Kesenian seni budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Karena itu, pelestarian budaya bukan hanya sekadar menjaga tradisi, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah secara sosial dan ekonomi,” tambah Sekar Widjiningsih dari Dinas Pariwisata. (muz)



TERKINI


Rekomendasi

...