29 C
Semarang
Sabtu, 31 Januari 2026

Cerita Viky Indra Yanti Lulusan Profesi Ners UNW Ungaran Asal Bumi IKN: Tak Ingin Kompetensi Putra Daerah Kalah Daerah Lain

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Proyek pemerintah menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur sebagai Bumi Ibu Kota Nusantara (IKN) menggugah harapan masyarakat setempat turut mengabdi di Serambi Nusantara itu. Kompetensi dibutuhkan turut dipersiapkan agar berdaya saing dengan tenaga profesional dari luar daerah.

Harapan itu diwujudkan Viky Indra Yanti (36) warga Penajam, Kabupaten PPU dengan meningkatkan pendidikan profesinya sebagai perawat. Viky merupakan salah satu dari ratusan lulusan S1 Keperawatan yang mengikuti Sumpah Profesi Ners di Aula H.M. Iskak Soepardi kompleks kampus Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (16/12/2025).

Profesi Ners ia butuhkan sebagai komitmen meningkatkan kemampuan lebih profesional menangani pasien. Meski sudah bekerja sebagai perawat Puskesmas di PPU, Viky tidak ingin terlena oleh rutinitas pekerjaan hingga melupakan jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Saya dulu mengawali dari pendidikan D3 Keperawatan, di tengah kesibukan kerja saya sekolah lagi S1 Keperawatan di Samarinda. Setelah lulus saya melanjutkan pendidikan Profesi Ners di UNW Ungaran, alhamdulillah berhasil lulus dengan predikat memuaskan,” tuturnya kepada Jateng Pos seusai mengikuti Sumpah Profesi dan Pelepasan Lulusan UNW Periode Desember 2025.

Ibu dua anak ini, lantas memberikan motivasi kepada para tenaga perawat pendidikan D3 agar tidak melupakan kompetensinya meningkatkan ke jenjang pendidikan linier lebih tinggi. Tidak hanya merasa nyaman sudah bekerja lantas berhenti kuliah, tapi meningkatkan kemampuan dan berdaya saing sesuai profesi ditekuni.

Baca juga:  Ibu-Ibu Desa Randugunting Bergerak Berdayakan Bank Sampah

“Banyak perawat yang D3 sudah lama tapi tidak mau menempuh pendidikan lanjutan. Seolah sudah oke dengan pekerjaannya, sedangkan tuntutan profesi sebagai tenaga kesehatan membutuhkan kehandalan dan pengetahuan pendidikan lebih tinggi,” ungkap istri seorang perawat di Puskesmas Petung, Kecamatan Penajam, PPU ini.

Viky mengaku terasa terbantu adanya program kuliah jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang ada di UNW, yakni pendidikan tinggi resmi yang menjadikan pengalaman kerja, pelatihan, serta pendidikan nonformal sebelumnya sebagai pengganti sebagian mata kuliah. Ia juga terbantu dapat mengikuti kuliah secara online di tengah kesibukannya sebagai perawat di PPU.

Apa yang sudah dicapai saat ini, Viky ingin membuktikan bahwa tenaga kesehatan yang berada jauh dari kota besar dapat meraih pendidikan tinggi. Ia berharap dapat mengabdikan pendidikan profesinya menyambut tempat tinggalnya yang nanti akan menjadi kota IKN.

“Kami sebagai putra-putri daerah (Kabupaten PPU, red) ingin kompentitif dari daerah lain. Ingin meningkatkan kompetensi biar ada kesetaraan pendidikan. Tenaga perawat Profesi Ners masih kurang, kami berharap teman-teman sejawat bisa tetap melanjutkan pendidikan. Kompetensi kita sebagai warga asli PPU agar tidak kalah dengan tenaga kesehatan daerah lain,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor UNW Ungaran Prof Dr Subyantoro, M.,Hum menyampaikan bahwa perawat profesional Profesi Ners lulusan UNW merupakan kekuatan besar yang siap terjun ke medan pengabdian. Profesi Ners adalah profesi yang paling dekat dengan rasa sakit dan harapan pasien.

Baca juga:  Sempat 'Terganjal' di DPC PPP, Pimpinan DPRD Kabupaten Semarang Akhirnya Komplit

“Sumpah yang Saudara ucapkan tadi bukan sekadar rangkaian kata. Itu adalah kontrak abadi antara hati nurani Saudara dengan kemanusiaan. Jadilah perawat digital yang humanis,” pesan Prof Bi –panggilan akrabnya– dalam sambutannya.

Disebutkan, ilmu dan teknologi mutakhir yang didapat lulusan jangan sampai menjadikan teknologi menggantikan sentuhan kasih dan empati. Pelayanan yang terbaik adalah yang menyembuhkan raga, menenangkan jiwa, dan menghargai martabat pasien.

“Saudara adalah pembela hak-hak pasien di tengah sistem kesehatan yang kompleks. Meski lulus dengan predikat yang membanggakan, di mana 17,52% dari Saudara meraih predikat Cumlaude. Namun, IPK tinggi adalah nilai akademik, sementara karakter adalah nilai kehidupan,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Perencanaan UNW, Dr. Sigit Ambar Widyawati, S.KM., M.Kes menyampaikan lulusan dalam Sumpah Profesi tahun ini sebanyak berjumlah 104 lulusan dari Program Studi Profesi Ners dan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan di Fakultas Kesehatan.

Dengan penambahan 104 lulusan ini, maka jumlah keseluruhan lulusan Universitas Ngudi Waluyo sampai saat ini sebanyak 18.582 lulusan. Sedangkan jumlah pendaftar Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 sebanyak 4.978 orang.

“Semoga jumlah para lulusan dapat memberikan kontribusi yang baik bagi peningkatan derajat kehidupan masyarakat. Selamat berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya dalam sambutan. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...