27 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Jengkel Banjir Tak Kunjung Surut, Warga  Bentangkan Spanduk “Desa Dijual”

JATENGPOS. CO ID, DEMAK – Luapan banjir yang tak kunjung surut membuat warga Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, meluapkan kekecewaan. Sebagai bentuk protes, warga membentangkan spanduk bertuliskan “Desa Kalisari Dijual” di ruas jalan kabupaten yang selama hampir tiga pekan terakhir terendam banjir.

Banjir dengan ketinggian antara 40 hingga 60 sentimeter merendam jalan poros kabupaten yang menghubungkan Demak–Semarang. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga lumpuh, mulai dari transportasi hingga roda perekonomian.

Pantauan di lokasi, Senin (19/1/2026), sejumlah sepeda motor mogok saat nekat melintasi genangan. Para pelajar terpaksa menumpang mobil bak terbuka atau berjalan kaki menerjang banjir sejauh hampir 600 meter untuk berangkat dan pulang sekolah.

Tak hanya jalan, banjir juga merendam ratusan rumah warga. Saerozi, salah seorang warga Kalisari, mengatakan pemasangan spanduk dilakukan secara spontan sebagai puncak kejengkelan warga.

Baca juga:  Wisata Dusun Semilir Sambut Nataru, Sajikan “Dusem Wonderland” Berhias Gemerlap Lampu Fantastik hingga Drama Musikal

“Ini bentuk kekesalan warga karena sudah berkali-kali terendam banjir, tapi belum ada perhatian dari pemkab maupun provinsi. Sudah hampir tiga minggu banjir, tapi belum ada yang meninjau ke sini,” ujarnya.

Menurut Saerozi, ketinggian air di dalam rumah warga mencapai setengah lutut orang dewasa. Dampaknya sangat dirasakan, terutama oleh anak-anak sekolah dan pelaku usaha kecil. Warga bahkan menaruh tanaman di tengah jalan agar kendaraan melintas dengan pelan demi keselamatan.

Warga lainnya, Sari, menuturkan banjir di jalan kabupaten Desa Kalisari sudah berlangsung selama sekitar empat bulan terakhir akibat buruknya sistem drainase. Meski sempat dilakukan penyedotan air menggunakan pompa, banjir kembali menggenang setiap kali hujan deras turun.

“Harapannya jalan ditinggikan dan saluran air diperbaiki. Supaya masyarakat bisa mencari nafkah lagi. Warung dan toko sepi, banyak yang kesulitan karena masih punya tanggungan hutang di bank,” keluhnya.

Baca juga:  Ganjar Pastikan Tol Semarang-Demak Siap Dilalui Saat Nataru

Akibat sering terendam banjir, sejumlah UMKM dan warung di sekitar lokasi terpaksa gulung tikar karena minim pembeli.

Sementara itu, Kapolsek Sayung AKP Suprapto saat dihubungi melalui telepon berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan tidak memperkeruh suasana. Ia juga mengimbau agar semua pihak menahan diri sembari menunggu penanganan dari instansi terkait.

Selain Desa Kalisari, banjir juga masih merendam sejumlah desa lain di Kabupaten Demak, di antaranya Desa Sayung, Tugu, Loireng, dan Pruwosari di Kecamatan Sayung, Desa Wonorejo di Kecamatan Karanganyar, serta lima desa di Kecamatan Bonang.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen, seperti peninggian jalan dan perbaikan sistem drainase, agar banjir tidak terus berulang dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.(adi/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...