27 C
Semarang
Rabu, 28 Januari 2026

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Laki-Laki Nekat Terjun Ke Sumur Sedalam 15 meter

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Seorang laki-laki, diduga mengalami gangguan jiwa nekat menceburkan diri ke dalam sumur sedalam sekitar 15 meter di Dukuh Kuripan RT 05 RW 01, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Selasa (27/1/2026) lalu.

Korban diduga melakukan percobaan bunuh diri ini, diketahui bernama Sang Fajar Tri Panji Satrio Pamungkas (17) yang tercatat sebagai warga setempat.

Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami gangguan psikotik dan telah didiagnosis menderita undifferentiated schizophrenia.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026), Kapolsek Mijen Kompol Sutowo membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dijelaskan, peristiwa bermula saat orang tua korban berupaya membujuk anaknya untuk kembali menjalani pemeriksaan lanjutan ke RSUD dr. Amino Gondohutomo Semarang. Namun korban menolak dan melarikan diri dari rumah.

Baca juga:  Legislator Jateng Apresiasi Pola ‘Pelatihan dan Penempatan’ Efektif Turunkan Angka Pengangguran 

“Korban kabur saat hendak diajak kontrol kesehatan, kemudian masuk ke dalam sumur di samping rumah dengan kedalaman kurang lebih 15 meter. Karena kondisinya tidak stabil dan sulit diajak komunikasi, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara cepat,” terangnya.

Lanjut Kapolsek, setelah menerima laporan, petugas Polsek Mijen langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Kota Semarang serta tenaga kesehatan.

Upaya evakuasi yang ditangani Tim Damkar Kota Semarang bersama pihak terkait, dilakukan secara hati-hati guna menghindari risiko yang dapat membahayakan korban.

“Petugas melakukan metode penambahan air ke dalam sumur serta memberikan pelampung pengaman agar korban bisa naik secara perlahan. Langkah ini diambil karena korban menolak dievakuasi secara manual,” tandasnya.

Baca juga:  Pelayanan Transportasi Terbaik, Kabupaten Semarang Raih Wahana Tata Nugraha 2024

Evakuasi yang berlangsung dramatis sejak pukul 10.00 WIB, akhirnya korban berhasil diselamatkan dalam keadaaan hidup, pada pukul 16.21 WIB

“Proses evakuasi hampir tujuh jam dan korban segera mendapatkan penanganan medis berupa suntikan penenang sebelum dibawa ke RSUD dr. Amino Gondohutomo untuk perawatan lanjutan,” pungkas Kompol Sutowo. (ucl/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...