JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Musyawarah Palang Merah Indonesia Kabupaten Semarang di aula Rumah Kemasan, kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), akhir pekan kemarin, memilih Moh Taufik sebagai Ketua Masa Bakti 2026-2031.
Mantan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pengurus PMI periode sebelumnya itu meraih 20 suara dukungan dari 21 suara yang berhak memilih. Mereka berasal dari perwakilan pengurus PMI 19 Kecamatan, relawan dan pengurus lama. Hanya 1 suara yang memilih ketua lama, Djarot Supriyoto yang juga mantan Sekda Kabupaten Semarang.
Usai terpilih, Moh Taufik mengucapakan kalimat Istirja dengan mengemukakan semua hal milik Allah SWT. Menurutnya, amanah ini akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
“Kami akan fokus pada bantuan sosial yang dibutuhkan masyarakat sesuai arahan Bupati. Besarannya akan dimaksimalkan agar lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan,” terangnya .
Sebelumnya, saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha meminta pengurus terpilih nantinya untuk mengutamakan program yang realistis. Terutama bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“PMI harus tampil di depan jika ada bencana bersama BPBD dan instansi lainnya. Kerja sama dengan Pemkab , DPRD dan swasta harus dimaksimalkan agar kinerja PMI semakin baik,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung pelayanan Klinik PMI untuk warga yang membutuhkan lewat program BPJS. PMI juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna mendukung pemanfaatan dana jaminan kesehatan dari APBD.
Pada tahun ini, terang Bupati, dianggarkan Rp4,9 miliar di APBD untuk program BPJS. Direncanakan total dana yang disediakan mencapai Rp5,6 miliar.
Sementara itu perwakilan PMI Jateng, Prof Adji Samekto yang hadir pada Muskab mengingatkan agar Ketua dan pengurus PMI yang baru nantinya cermat dalam menentukan program kegiatan.
Sebab tuntutan masyarakat semakin kritis terhadap kinerja badan publik.
“Laksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah menempatkan program, akan jadi viral. Sebab masyarakat sekarang punya kedaulatan pribadi lewat media sosial,” pungkasnya. (muz)






