26 C
Semarang
Senin, 9 Februari 2026

Wagub Jateng Taj Yasin Inspirator Gerakan Shawalat Jawa Tengah

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Majelis shalawatan yang sering digemakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, dianggap menjadi inspirasi gerakan shalawat yang menjadi kebutuhan umat Islam di Jawa Tengah.

“Saya melihat Gus Yasin ini menjadi penggerak, motor dari gema shalawat di Jawa Tengah, sebagaimana digelorakan Mbah Maemoen (Mbah Maimoen Zubaer) ,” kata tokoh PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, saat memberikan sambutan pada Al Ikhlas Bersholawat bersama Al Habib Anis Bin Idrus Syahab, dalam rangka Harlah PPP ke -53, di Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu malam, 9 Februari 2026.

Menurutnya, gema shalawat yang digerakkan Gus Yasin ini sangat bermanfaat. Karena, shawalat adalah penyangga utama gerakan moral hidup yang lebih baik dan berkah.

Baca juga:  Peringatan HUT ke-80 PMI, Bupati Semarang Tekankan Kepedulian dan Solidaritas

Selagi Indonesia ada shalawat, lanjutnya, harapan hidup yang lebih baik akan terwujud.

“Shalawat adalah kebutuhan umat, dalam menghadapi tantangan, semua amal lebih baik dan sempurna kalau mengumandangan shalawat,” katanya.

Gus Yasin dalam sambutannya, mengajak masyarakat Jawa Tengah agar mendekatkan diri kepada Allah SWT, melalui shalawat. Terlebih, doa di alam terbuka, sudah diajarkan oleh para nabi, sebelum Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Musa SAW pernah melakukan doa bersama-sama dengan umatnya, di alam terbuka, saat menghadapi kesulitan karena kemarau yang panjang,” bebernya.

Melalui doa bersama di alam terbuka, Nabi Musa mengajak umatnya bertaubat agar diampuni dari kesalahan. Sehingga Allah pun mengabulkan doa Musa dan kaumnya, dengan hujan yang dipenuhi berkah.

Baca juga:  Mengenal Desa Wonosari sebagai Kampung Budidaya Ikan Lele

Kisah tersebut, lanjutnya, dapat menjadi refleksi bagi umat di Indonesia yang saat ini banyak ditimpa bencana. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, doa dipanjatkan agar marabahaya segera diangkat oleh Allah SWT dari bumi Indonesia.

“Segala bentuk upaya untuk penanganan dan mitigasi bencana sudah dilakukan. Namun Allah yang menjadi penentunya. Lewat ajaran Nabi Musa untuk mendekat kepada Allah dengan doa bersama, semoga tercapai kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik,” urainya.

Shalawat bersama Habib Anis Bin Idrus Syahab dari Jakarta tersebut, berlangsung sekitar tiga jam. Kendati diselingi gerimis, tidak menyurutkan antusiasme masyarakat.

Shalawat pun bergema di tengah lapangan Desa Tengaran, dengan puluhan irama, diiringi grup hadroh Baitul Musthofa. (rit)



TERKINI

Rekomendasi

...