28 C
Semarang
Jumat, 24 April 2026

Dihadapan Pagar Nusa, Gus Nasrul Ungkap Dua Kunci Kekuatan Iran Berdasar Al-Qur’an




 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pakar Maqashid Syariah Dr KH Nasrullah Afandi, Lc. MA., yang akrab disapa Gus Nasrul, menyoroti kekuatan Iran dalam perspektif Al-Qur’an saat menghadiri acara halal bihalal PW Pagar Nusa Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Ia menegaskan, ada dua faktor utama yang menjadi fondasi kebangkitan Iran hingga disegani dunia.

 


Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua Pagar Nusa Jawa Tengah, DrArief Rachman, M.Si, yang juga menjabat Bupati Blora, bersama para kiai dan pengurus cabang Pagar Nusa se-Jateng, perwakilan PWNU Jateng, Gus Anis(Tuan rumah) .

 

Gus Nasrul menyebut, kekuatan Iran tidak lepas dari nilai spiritual yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an. Faktor pertama adalah kesabaran dalam menghadapi ujian.

Baca juga:  Ratusan Lembaga Olahraga Terima Dana Hibah Disdikbudpora

 

“Pertama, ash-shabru ‘alal mushibah. Iran itu diembargo selama 45 tahun, tapi mereka sabar, diam. Namun di balik diamnya, mereka menyusun kekuatan. Ini sesuai ayat, innallaha ma‘ash-shabirin,” ujarnya, Kamis (23/4/2026)

 

Menurutnya, sikap sabar bukan berarti pasif. Justru dalam fase itu, Iran mempersiapkan generasi dan strategi untuk bangkit pada waktu yang tepat.

 

Faktor kedua adalah semangat bangkit dari kesulitan hidup dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.

 

“Yang kedua, an-nahdhah minal masyaqqati Dhurufi al-hayah. Jangan putus asa, wala tay’asu mir rauhillah. Dalam kondisi sulit, mereka tidak menyerah, tapi terus berusaha hingga menemukan titik kebangkitan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, prinsip tersebut relevan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun pengembangan organisasi seperti Pagar Nusa.

Baca juga:  Kader PPKBD dan Sub PPKBD Kecamatan Kebonagung Mendapatkan Pembinaan

 

Gus Nasrul juga menekankan pentingnya tirakat dan kesungguhan dalam proses intelektual. Menurutnya, kondisi sulit justru dapat melahirkan ide-ide besar dan kecerdasan.

 

“Dalam tasawuf, justru dari kesusahan itu lahir kekuatan. Perut kosong, hidup prihatin, itu melatih kecerdasan dan daya juang,” katanya.

 

Ia mencontohkan Jepang yang mampu bangkit pasca kehancuran akibat bom atom, serta Iran yang tetap berkembang meski berada dalam tekanan embargo panjang.

 

Di akhir tausiah, Gus Nasrul mengajak kader Pagar Nusa mengambil hikmah dari fenomena tersebut.

 

“Intinya dua, sabar dalam ujian dan tidak putus asa. Dari situ akan lahir kekuatan besar,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...