Polisi Dampingi Remaja Diduga Korban Pembakaran


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Respons cepat aparat kepolisian kembali ditunjukkan dalam menangani peristiwa kekerasan yang terjadi di wilayah pesisir Kota Semarang.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, bergerak sigap mendatangi lokasi kejadian dugaan pembakaran terhadap seorang remaja perempuan di kawasan Tambak Lorok, Senin pagi.

Peristiwa ini terungkap setelah fasilitas kesehatan setempat menerima seorang pasien remaja dengan luka bakar di bagian tangan sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban berinisial TN (15) merupakan seorang remaja berusia 15 tahun, warga Tambak Lorok. Berdasarkan keterangan keluarga, insiden tersebut diduga melibatkan seorang pria yang masih memiliki hubungan kerabat dekat.


Pelaku disinyalir menyiramkan bahan bakar ke arah korban sebelum kemudian memicu api, mengakibatkan luka bakar yang kini masih dalam penanganan medis.

Baca juga:  CRKS Gelar Guitar Coaching Clinic, tak Sekedar Ajarkan Bermain Musik

KasiHumas Polrestabes Semarang Kompol Agung Setiyo Budi menegaskan, bahwa

Kehadiran polisi di tengah situasi ini tidak hanya berfokus pada penanganan awal, tetapi juga memastikan bahwa korban mendapatkan perlindungan serta akses keadilan yang layak.

“Bhabinkamtibmas memberikan pendampingan kepada keluarga sekaligus mengimbau agar peristiwa tersebut segera dilaporkan secara resmi ke Polsek Semarang Utara guna proses hukum lebih lanjut,” tegasnya, di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/4/2026).

Dijelaskan, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin setiap tindak kekerasan, terlebih yang terjadi dalam lingkup keluarga, dapat ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tindakan ini, menjadi komitmen Kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa. Peran aktif warga dalam melaporkan kejadian serupa dinilai krusial untuk mencegah eskalasi serta memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan hukum yang semestinya,” terangnya.

Baca juga:  Pemkab Pekalongan Tutup Alun Alun

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif. Aparat kepolisian menunggu laporan resmi dari pihak keluarga guna menindaklanjuti kasus ini secara menyeluruh, sebagai bentuk nyata penegakan hukum dan keadilan bagi korban. (ucl/rit)


TERKINI

Layanan PBG-SLF Kudus Naik 40 Persen

Rekomendasi

...