Kisah Mustofa Pulang Haji dari Debarkasi Donohudan Jalan Kaki 32 Km Demi Wujudkan Rasa Syukur


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Inilah kisah Mustofa (66), salah seorang jemaah haji Kabupaten Semarang tahun 2026 yang sempat mengagetkan khalayak usai menunaikan ibadah haji di tanah suci. Ketika pulang sampai di Debarkasi Donohudan Boyolali, dia menuntaskan nazar berjalan kaki menuju rumahnya sejauh 34 kilometer.

Tepuk tangan membahana di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat siang (10/7/2026). Ratusan jemaah haji 2026 baru saja disambut Bupati H Ngesti Nugraha. Di tengah keramaian itu, seorang kakek berusia 66 tahun berjalan pelan ke depan.

Tubuhnya kurus, kulitnya legam terbakar matahari, tapi sorot matanya teduh. Dialah Mustofa, warga Desa Kedungringin RT 11 RW 2, Kecamatan Suruh. Ia baru saja pulang dari Tanah Suci. Tapi yang membuat perhatian ia pulang ke rumah,  jalan kaki sejauh 34 kilometer dari Debarkasi Donohudan Boyolali.

“Ini niat sejak awal. Mensyukuri nikmat Gusti Allah karena kulo diparingi sehat sanggup melaksanakan ibadah haji,” kata Mustofa dalam Bahasa Jawa, suaranya bergetar.


Kisah Mustofa mengagetkan banyak orang. Bayangkan, usia 66 tahun, baru turun dari pesawat, koper belum sampai rumah, ia memilih berjalan kaki ditemani adiknya. Bagi Mustofa, itu bukan pamer. Itu nazar sebagai bentuk syukur.

Baca juga:  Perahu Karet Rafting Terbalik, Satu Wisatawan asal Sukoharjo Meninggal

“Saya nunggu 14 tahun, Pak. 14 tahun nabung sedikit-sedikit dari hasil tani. Alhamdulillah Gusti Allah paringi gampang. Kulo namung petani, tapi diparingi kuat,” ujarnya, matanya berkaca-kaca.

Ia tahu risikonya. Jalan Boyolali-Ungaran-Suruh bukan jalan ringan. Naik turun, panas, dan jauh. Tapi baginya, setiap langkah adalah dzikir.

Adiknya yang menemani hanya tersenyum. Ia tahu kakaknya keras kepala kalau sudah bernazar. Diceritakan, jarak pulang sejauh 34 km ditempuh pelan-pelan. Istirahat di masjid, minum di warung, lalu jalan lagi. Tiba di rumah disambut tangis haru keluarga dan tetangga.

Usai acara seremonial penerimaan haji, Mustofa langsung menghampiri Bupati Semarang H Ngesti Nugraha dan bersalaman. Sambutan hangat juga diberikan Bupati yang menjabat tangan Kakek tua itu dengan erat. Berbincang sejenak lalu berpelukan erat.

“Ini cerita yang sangat mengharukan dari Pak Mustofa. Pulang haji, langsung jalan kaki. Ini bukti keikhlasan dan syukur yang luar biasa,” kata Ngesti di hadapan ratusan jemaah yang memadati Pendapa.

Baca juga:  Vaksinasi Anak 12 Tahun Dimulai

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Semarang, H. Rozikin, melaporkan seluruh jemaah haji Kabupaten Semarang tahun 2026 telah kembali ke tanah air dengan selamat. Data resmi menyebut total 907 jemaah yang dipulangkan.

Rinciannya, 901 jemaah reguler, 1 pendamping KBIHU, dan 5 petugas haji daerah. Namun di balik sukacita kepulangan, ada duka. Dua jemaah berpulang di Tanah Suci. Damanhuri bin Sahid (83) asal Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, tergabung Kloter 21. Dan, H Fatoni asal Ambarawa tergabung Kloter 22.

“Semoga almarhum husnul khatimah. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan,” ucap Rozikin.

Dalam kesempatan ini, Rozikin menyampaikan kuota haji Kabupaten Semarang tahun 2027 direncanakan 800 orang. Angka itu turun dari tahun ini karena penyesuaian kuota nasional. Rozikin mengimbau calon jemaah segera mempersiapkan diri, baik fisik, mental, maupun finansial.

“Kami mengimbau para calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri sejak sekarang. Termasuk kemungkinan biaya perjalanan haji 2027 yang mengalami kenaikan,” pungkasnya. (muz)

 


TERKINI

Rekomendasi

...