BNNP Jateng Gelar Operasi Yustisi di Tempat Hiburan


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Semarang, pada malam akhir pekan, belum lama ini.

Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 sekaligus upaya memastikan tempat hiburan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Tim Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Tengah menyisir enam lokasi hiburan malam, yakni Octopus Executive Karaoke, Golden Music, Valentine Karaoke, Mutiara Music, Diva Music, dan Seroja Karaoke. Dalam operasi tersebut, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 16 orang yang berada di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel urine dinyatakan negatif mengandung narkotika.


Saat dikonfirmasi JATENGPOS, Selasa (4/8/2026), Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menegaskan perang melawan narkotika tidak berhenti setelah peringatan HANI. Menurutnya, momentum tersebut justru menjadi penguat komitmen untuk meningkatkan pengawasan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.

Baca juga:  Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 250 Tangki Air Bersih

“Pesan kami jelas, jangan pernah berpikir ada ruang aman bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Jawa Tengah. BNN akan terus hadir melalui operasi, pengawasan, penindakan, dan pencegahan secara berkelanjutan,” tegas Agus.

Ia menyampaikan, hasil negatif dari seluruh peserta pemeriksaan patut diapresiasi sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengelola tempat hiburan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak akan mengurangi intensitas operasi yang akan terus dilakukan secara acak.

Senada Ketua Tim Operasi sekaligus Penyidik Madya BNNP Jawa Tengah, Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu mengatakan, operasi yustisi merupakan langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan.

“Kami ingin memastikan tempat hiburan tetap bebas dari narkotika. Pemeriksaan dilakukan secara profesional, acak, dan humanis. Hasil negatif tentu menggembirakan, tetapi kami tidak akan lengah. Operasi seperti ini akan terus dilakukan tanpa pemberitahuan sebagai efek cegah,” ujarnya.

Baca juga:  Diskumperindag Kabupaten Semarang Gerakkan 15 Kospi Ikuti Uji Kelayakan-Kepatutan 

Salah seorang pengunjung yang mengikuti pemeriksaan, Agung Budiman, warga Kelurahan Kuningan, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menikmati hiburan.

“Saya mendukung pemeriksaan seperti ini. Justru kami merasa lebih nyaman karena tahu tempat hiburan diawasi. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar narkoba benar-benar tidak punya tempat,” katanya.

BNNP Jawa Tengah menegaskan pemberantasan narkotika dilakukan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pengawasan rutin, deteksi dini, serta kolaborasi dengan pengelola tempat hiburan dan masyarakat. (ucl/rit)


TERKINI


Rekomendasi

...