Kampung KB Manggar Lestari Lerep Juara Nasional 2026, Ini Program Unggulannya


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Prestasi membanggakan kembali diraih Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kali ini lewat prestasi Kampung Keluarga Berkualitas (KB) “Manggar Lestari” berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam lomba pengelolaan Kampung KB 2026. Apa saja keunggulan dan andalan dijalankan?

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Pintauli Romangasi Siregar, kepada Bupati Semarang H Ngesti Nugraha di ruang utama Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (12/8/2026).

Penyerahan penghargaan turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Rusman Effendi.

Keberhasilan Kampung KB Manggar Lestari bukan semata karena program yang dijalankan pemerintah desa. Di balik predikat terbaik nasional tersebut terdapat kekuatan gotong royong dan keterlibatan warga dalam berbagai bidang, mulai dari penanganan stunting, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga pengembangan potensi wisata desa.

Ketua Kampung KB Manggar Lestari, Junari (55), mengatakan kebersamaan warga menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan berbagai program.

“Warga bersama-sama mengatasi stunting, memberdayakan ekonomi keluarga maupun memelihara kesehatan para balita hingga warga lanjut usia,” terang Junari.

Dari Kolang-Kaling hingga Kopi

Pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), warga Dusun Indrakila mampu mengolah sekaligus memasarkan berbagai produk berbasis potensi lokal.

Baca juga:  55 Jemaah Haji Lansia Kabupaten Semarang Dapat Pendampingan Khusus

Produk seperti kolang-kaling, gula aren, kerupuk susu, sabun susu, jahe hingga kopi tidak hanya dipasarkan di lingkungan desa, tetapi telah menembus pasar luar Desa Lerep.

Pengembangan ekonomi keluarga tersebut menjadi bagian dari upaya Kampung KB agar program kependudukan tidak berhenti pada persoalan pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga menyentuh peningkatan kesejahteraan keluarga.

Di bidang kesehatan, warga secara rutin menggelar kegiatan Posyandu balita dan lansia setiap bulan. Pemeriksaan kesehatan juga mencakup ibu hamil serta kelompok usia lainnya.

“Setiap dusun mengadakan pemeriksaan kesehatan mulai dari balita, ibu hamil sampai warga lansia. Semuanya didata secara lengkap,” ujar Junari.

Keunikan lain Kampung KB Manggar Lestari adalah keterkaitan program pemberdayaan keluarga dengan pengembangan Desa Wisata Lerep.

Program wisata tidak hanya menawarkan pemandangan dan potensi alam, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang melibatkan keluarga wisatawan secara langsung. Salah satunya atraksi membajak sawah bersama keluarga wisatawan.

Konsep tersebut membuat pengembangan Kampung KB berjalan beriringan dengan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima program, tetapi terlibat sebagai pelaku kegiatan sekaligus penggerak ekonomi desa.

Delapan Fungsi Keluarga Berkualitas

Direktur Analisa Dampak Kependudukan Pintauli Siregar mengatakan lomba Kampung KB merupakan upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan program keluarga di tingkat desa.

Baca juga:  Dari Susukan untuk Masyarakat Sehat: Desa Kemetul Kembangkan 10 Hektare Padi Semi Organik Menuju Beras Sehat

Penilaian tidak sekadar melihat keberadaan program, tetapi juga bagaimana masyarakat menjalankan berbagai fungsi keluarga secara nyata.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas keluarga di kampung tersebut,” paparnya.

Evaluasi dilakukan dengan melihat pelaksanaan delapan fungsi keluarga, antara lain fungsi sosial, ekonomi, kesehatan reproduksi, agama, perlindungan, pendidikan, cinta kasih, serta pembinaan lingkungan.

Menurut Pintauli, keberhasilan sebuah Kampung KB sangat ditentukan oleh bagaimana program-program tersebut mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyambut penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas kerja bersama masyarakat Desa Lerep dalam membangun keluarga berkualitas.

Ia berharap keberhasilan Manggar Lestari tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi dapat dipertahankan dan dikembangkan.

“Tidak hanya berhenti di sini, harus terus dikembangkan sehingga kualitas keluarga akan terus membaik,” pungkasnya.

Prestasi Kampung KB Manggar Lestari sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan keluarga dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyatukan kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah warga menjadi kekuatan utama untuk memastikan berbagai program tersebut benar-benar berjalan dan memberi manfaat. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...