JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Harmony of Java 2026 menjadi puncak rangkaian perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadirkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus merayakan kekayaan Jawa Tengah melalui kolaborasi seni, budaya, kreativitas, dan ekonomi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Dr. Ir. AR. Hanung Triyono, M.Si. mengatakan, perayaan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah tahun ini mengusung semangat Gumregut Nyawiji. Semangat tersebut dimaknai sebagai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi fondasi dalam membangun Jawa Tengah.
“Gumregut Nyawiji kami hadirkan salah satunya melalui Harmony of Java 2026, sebuah event yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut Hanung, Harmony of Java dipersembahkan untuk masyarakat Jawa Tengah secara inklusif dan dapat disaksikan secara gratis. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara seni, budaya, industri kreatif, dunia usaha, dan masyarakat.
Tahun ini, Harmony of Java menghadirkan sejumlah penampil, antara lain Good Morning Everyone, Pertelon Koplo, dan KLA Project. Kehadiran para bintang tamu tersebut diharapkan mampu menjangkau berbagai segmen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Perayaan Hari Jadi Jawa Tengah dapat dikemas secara kreatif dan kekinian, namun tetap membawa semangat dan identitas Jawa Tengah,” kata Hanung.
Ia menambahkan, salah satu kekuatan Harmony of Java 2026 terletak pada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, BUMD, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut antara lain melibatkan PT Sukun Wartono Indonesia sebagai sponsor utama, Bank Jateng, PT PRPP, serta berbagai pihak lainnya.
Menurut Hanung, sinergi lintas sektor penting karena pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Keterlibatan seluruh ekosistem diharapkan mampu memperkuat perkembangan sektor tersebut di Jawa Tengah.
Harmony of Java 2026 juga ditargetkan menjadi momentum untuk memperkuat brand Jawa Tengah sebagai destinasi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini sekaligus diharapkan membuka ruang lebih luas bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, serta industri lokal untuk berkembang.
Dampak ekonomi bagi masyarakat juga menjadi salah satu sasaran utama. Aktivitas Harmony of Java diharapkan mendorong pergerakan UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, transportasi, akomodasi, hingga berbagai sektor pendukung pariwisata lainnya.
“Semangat Gumregut Nyawiji harus kita wujudkan dalam kerja bersama. Harmony of Java adalah bukti bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat bersatu, kita dapat menghadirkan sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak positif bagi Jawa Tengah,” tutur Hanung.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari Harmony of Java 2026 sekaligus merayakan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.
“Mari kita rayakan Jawa Tengah, kita dukung karya masyarakatnya, kita gerakkan ekonominya, dan kita bangun Jawa Tengah melalui kebersamaan,” pungkasnya. (ucl/rit)





