Polda Buka Akses Pengobatan Gratis Anak Berkelainan Kaki Bawaan


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Melalui Program Polda Jateng Peduli CTEV, sebanyak tujuh anak dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah mendapat penanganan dan pemantauan medis untuk membantu mereka tumbuh, berjalan, dan beraktivitas secara optimal.

Tujuh pasien tersebut berasal dari Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Surakarta, dan Demak.

Penanganan diberikan sesuai kondisi masing-masing pasien, mulai dari pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang masih menjalani tahapan koreksi kaki, hingga pemantauan penggunaan brace dan tindak lanjut bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kepedulian terhadap para pasien ditunjukkan langsung Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Ibu Diana Ribut Hari Wibowo, saat mengunjungi pasien di RS Bhayangkara Tk II Prof. Awaloeddin Djamin, Kota Semarang, Kamis (10/9).

Baca juga:  Tinjau Pos Pelayanan Stasiun Tawang, Kapolrestabes Tekankan Optimalisasi Pelayanan Pengamanan Mudik 2026

Selain menyapa pasien dan keluarga, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari turut menyerahkan paket bingkisan sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Bhayangkari.

Di hadapan keluarga pasien, Kapolda Jateng memberikan semangat sekaligus menguatkan harapan bahwa kondisi CTEV dapat ditangani dengan baik apabila mendapat perawatan yang tepat.

“Semangat njeh, Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal,” ujar Kapolda Jateng.

Program Polda Jateng Peduli CTEV diluncurkan pada 14 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah. Hingga saat ini, sebanyak 88 kasus CTEV telah terdata melalui Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes jajaran Polda Jateng.

Di tempat yang sama, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko mengatakan, pendataan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan anak-anak dengan CTEV dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Baca juga:  Kembangkan Sayap di Jateng, PUKAT Nusantara tidak Berafiliasi Partai Politik

“Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin. Semakin dini dilakukan, hasilnya akan semakin maksimal. Selain penanganan medis, peran orang tua juga sangat penting karena keberhasilan terapi membutuhkan konsistensi dalam mengikuti arahan dan perawatan,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan orang tua pasien. David Prasetyo, warga Kabupaten Semarang, mengaku bersyukur putranya mendapat kesempatan memperoleh penanganan melalui program tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan dokter yang sudah membantu perawatan anak saya. Semoga bisa lebih cepat sembuh dan kembali normal sehingga bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain,” ungkapnya.(ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...